Logo Sulselsatu

Komisi D DPRD Sulsel Kritik Proyek Perbaikan Masjid 99 Kubah, Anggaran Rp4,5 Miliar Dinilai Sia-Sia

Asrul
Asrul

Rabu, 04 Maret 2026 16:09

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Komisi D DPRD Sulawesi Selatan melontarkan kritikan keras terhadap proyek rehabilitasi Masjid 99 Kubah Asmaul Husna.

Anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan justru dinilai tak menyelesaikan persoalan kebocoran, bahkan disebut memperparah kondisi masjid ikonik tersebut.

Rapat kerja yang digelar di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, dipimpin Ketua Komisi D Kadir Halid, didampingi anggota Muhammad Sadar, Lukman B Kady, Havid Pasha, Andi Aan Nugraha, dan Sultan Tajang pada Rabu (4/3/2026).

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

Rapat menghadirkan kontraktor, konsultan, pengawas proyek, serta Dinas SDA Sulsel.

Kadir Halid mengaku geram lantaran kebocoran masjid justru semakin meluas setelah dilakukan perbaikan.

“Kami ini sering salat berjamaah di sana. Dulu sebelum dikerja, yang bocor itu hanya di sekitar mimbar, dua baris di depan mimbar, dan hanya titik-titik. Sekarang kalau hujan, air sudah mengalir. Bukan satu titik, tapi banyak titik,” tegas Kadir.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Ia menyebut, berdasarkan penjelasan pengurus yayasan yang diwakili Sumarlan, kondisi sebelum rehabilitasi jauh lebih terkendali. Namun setelah kubah utama dibongkar dalam proyek perbaikan, kebocoran meluas hampir di seluruh bagian saat hujan turun.

Komisi D menyoroti anggaran tahun 2025 yang mencapai kurang lebih Rp4,5 miliar. Ironisnya, anggaran tersebut disebut sudah mengalami tiga kali adendum.

“Anggaran Rp4,5 miliar lebih ini percuma saja kalau bukan menyetop kebocoran, tapi malah menambah kebocoran. Dulu satu titik, sekarang lebih dari 10 titik. Bisa dikatakan anggaran ini sia-sia,” ujarnya dengan nada tinggi.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Kadir juga mengungkap informasi bahwa Masjid Kubah telah empat kali diperbaiki atau dipelihara sejak selesai dibangun. Ia mempertanyakan kualitas pekerjaan serta fungsi pengawasan proyek.

“Fungsi pengawas ini apa? Tidak jelas pekerjaannya. Anggaran miliaran rupiah, tapi hasilnya justru tambah parah,” kritiknya.

Masalah lain yang turut disorot adalah kontraktor pelaksana, PT Aleta, yang menggunakan material enamel dari Kedaung. Namun, menurut Kadir, perusahaan yang berkontrak dengan Kedaung bukanlah PT Aleta secara langsung, melainkan pihak lain.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

Komisi D pun meminta Kepala Dinas terkait memberi perhatian serius terhadap persoalan ini, terutama jika kembali ada pekerjaan fisik lanjutan.

Sebagai tindak lanjut, Komisi D dijadwalkan turun langsung meninjau lokasi pada Kamis 5 Maret. Para legislator akan melaksanakan salat zuhur di masjid tersebut sekaligus mengecek kondisi terkini kebocoran.

“Besok kami tinjau langsung. Kami ingin lihat sendiri sejauh mana kerusakan yang terjadi,” tutup Kadir.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...
News28 Oktober 2026 06:41
Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, lumpuh total akibat aksi sepihak yang dilancarkan ole...
Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...
Makassar27 Oktober 2026 21:16
KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Persoalan royalti dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang dibahas...