Logo Sulselsatu

OJK Tegaskan Sektor Keuangan Tetap Kuat Setelah Perubahan Outlook Fitch Ratings

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 06 Maret 2026 12:18

Otoritas Jasa Keuangan (dokumen: internet)
Otoritas Jasa Keuangan (dokumen: internet)

SULSELSATU.com, JAKARTAOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi keputusan Fitch Ratings yang tetap memberi peringkat kredit Indonesia di level BBB, namun mengubah outlook dari stabil menjadi negatif.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, OJK sedang mencermati keputusan tersebut beserta alasan yang digunakan Fitch dalam penilaiannya.

Menurut Friderica, OJK bersama pemerintah dan lembaga terkait akan terus memperkuat koordinasi kebijakan. Tujuannya agar kondisi sektor keuangan tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan stabil.

Baca Juga : Kepercayaan Masyarakat Meningkat, DPK Perbankan Tumbuh 5,71 Persen Jadi Rp149,77 Triliun

“Sistem keuangan Indonesia didukung oleh pengawasan yang kuat. Kami juga akan terus melanjutkan reformasi untuk meningkatkan transparansi, memperdalam pasar modal, dan menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang,” kata Friderica.

Fitch Ratings menyebut perubahan outlook ini dipengaruhi oleh perkembangan risiko global dan dinamika kebijakan. Namun, hal tersebut tidak berarti ada penilaian ulang terhadap kondisi dasar ekonomi Indonesia atau ketahanan sistem keuangan nasional.

Fitch juga menilai Indonesia masih memiliki sejumlah kekuatan. Di antaranya stabilitas ekonomi makro yang terjaga, prospek pertumbuhan yang tetap baik, serta tingkat utang pemerintah yang masih terkendali.

Baca Juga : OJK Dorong Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat UMKM di Indonesia Timur

Friderica menambahkan, kondisi sektor keuangan saat ini tetap solid. Modal lembaga jasa keuangan berada jauh di atas batas minimum. Likuiditas juga dinilai cukup, sementara risiko tetap dikelola secara hati-hati.

Selain itu, penyaluran pembiayaan kepada masyarakat dan dunia usaha terus tumbuh. Hal ini mendukung kegiatan ekonomi dan pembangunan jangka panjang.

OJK juga terus menjalankan reformasi di pasar modal melalui Roadmap Pasar Modal 2023–2027.

Baca Juga : Jumlah Investor Pasar Modal Sulsel Naik 67,34 Persen, Reksa Dana Paling Diminati

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain meningkatkan keterbukaan kepemilikan saham, memperkuat aturan saham beredar di publik (free float), memperbaiki data investor, serta menegakkan hukum untuk menjaga tata kelola pasar.

OJK menilai posisi Indonesia juga masih relatif baik dibanding beberapa negara lain dengan tingkat yang sama. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi dan lembaga di Indonesia.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas terkait.

Baca Juga : OJK Bersama Komdigi dan Perbankan Bersatu Berantas Judi Online dan Scam

Kerja sama ini bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut OJK, permintaan dalam negeri yang stabil, kebijakan yang dijalankan secara hati-hati, serta reformasi yang terus berjalan menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

OJK menegaskan bahwa pengawasan yang kuat, reformasi yang konsisten, dan koordinasi kebijakan yang baik akan semakin memperkuat sektor jasa keuangan serta meningkatkan kepercayaan investor.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....