Logo Sulselsatu

Perluas Akses Pembiayaan, OJK Proyeksi Kredit UMKM Tumbuh 7–9 Persen

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 11 Maret 2026 13:25

Otoritas Jasa Keuangan (dokumen: internet)
Otoritas Jasa Keuangan (dokumen: internet)

SULSELSATU.com, JAKARTAOtoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan tumbuh sekitar 7–9 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2026.

Proyeksi ini didorong oleh meningkatnya keyakinan konsumen, prospek pertumbuhan ekonomi nasional, serta penguatan kebijakan pembiayaan UMKM yang terus dikembangkan bersama pemerintah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan, perluasan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM menjadi salah satu fokus utama OJK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga : OJK dan Kemenkes Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan, Dorong Biaya Layanan Lebih Efisien

Menurut Dian, hingga Januari 2026, penyaluran kredit UMKM tercatat mencapai Rp1.482,9 triliun atau sekitar 17,33 persen dari total kredit perbankan. Angka tersebut mengalami moderasi sebesar 0,53 persen secara tahunan.

Meski demikian, ia menilai fundamental sektor UMKM masih tetap kuat.

Penurunan pertumbuhan kredit UMKM tersebut, lanjut Dian, dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global dan nasional serta proses pemulihan UMKM setelah pandemi yang relatif lebih lambat dibandingkan sektor korporasi.

Baca Juga : Tujun Dekade Asuransi Astra, Gandeng OJK Ulas Perlindungan Konsumen

Di tengah tantangan jangka pendek tersebut, industri perbankan tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan UMKM pada tahun ini.

OJK mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal 2026 berada pada level positif 127,00 persen, sementara Consumer Price Index tercatat 109,75 persen.

Kedua indikator ini menunjukkan tren peningkatan dalam setahun terakhir yang mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan.

Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global

Selain itu, momentum perayaan Lebaran juga diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026. Lonjakan konsumsi rumah tangga selama periode tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan kredit modal kerja bagi pelaku UMKM.

Untuk memperkuat akses pembiayaan UMKM, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM.

Regulasi ini mewajibkan bank dan Lembaga Keuangan Non-Bank menerapkan prinsip pembiayaan yang mudah, tepat, cepat, murah, dan inklusif, serta menyediakan skema pembiayaan khusus bagi UMKM.

Baca Juga : OJK Sanksi Pelaku Pasar Modal, Denda Rp327 Miliar

Selain regulasi tersebut, OJK juga membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat dukungan terhadap sektor UMKM.

Departemen ini berperan dalam mengembangkan model bisnis pembiayaan, mengoptimalkan pemanfaatan credit scoring, serta melakukan segmentasi dan profiling pelaku UMKM.

“Saat ini, OJK terus berkoordinasi dengan industri perbankan terkait implementasi POJK UMKM dalam rencana bisnis bank,” kata Dian.

Baca Juga : 570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

OJK juga mendukung program pemerintah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pada 2026 ditargetkan mencapai Rp308,41 triliun.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam penyusunan regulasi terkait KUR serta pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan penyalur, termasuk lembaga penjaminan dan asuransi kredit.

Ke depan, OJK menilai pengembangan UMKM juga memerlukan ekosistem yang lebih kuat, antara lain melalui penguatan kewirausahaan, pendampingan usaha, pembukaan akses kepada offtaker, serta identifikasi sektor UMKM yang memiliki potensi pertumbuhan.

OJK juga akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna menciptakan sinergi program yang mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

Dengan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang mencapai 5,11 persen dan target pertumbuhan 6 persen pada 2026, OJK menilai sektor UMKM memiliki prospek yang cerah untuk terus berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....
Makassar17 September 2026 18:16
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Pegadaian Gelar Pelatihan Barbershop di Nipah
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara (Sulselbarra Maluku) mendorong peningkatan kapasitas pelaku...