Logo Sulselsatu

Alumni Kalla Institute Sukses Jadi Pengusaha, Hasilkan Produk Scraf Ramah Lingkungan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 31 Maret 2026 21:36

Alumni Kalla Institute jadi pengusaha scraf ramah lingkungan. Foto: Istimewa.
Alumni Kalla Institute jadi pengusaha scraf ramah lingkungan. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSARKalla Institute kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus pencetak wirausaha muda dengan lahirnya alumni yang berhasil membangun brand fashion sendiri.

Salah satunya adalah Andi Armayani, alumni program studi Kewirausahaan Kalla Institute, yang sukses mendirikan brand scarf ramah lingkungan bernama Nakaraa Scarf.

Brand tersebut menghadirkan produk scarf berbahan ramah lingkungan Tencel yang dipadukan dengan motif budaya khas Kepulauan Selayar, yakni Gong Nakara.

Baca Juga : Kalla Toyota Trust Catat Rekor Penjualan, Permintaan Meluas hingga Sulbar dan Sultra

Mengusung konsep fashion berkelanjutan, Nakaraa Scarf tidak hanya menawarkan produk fesyen, tetapi juga mengangkat nilai budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.

Armayani mengatakan ide bisnis tersebut lahir dari keinginannya memadukan fashion modern dengan storytelling budaya serta konsep keberlanjutan.

“Saya ingin menggabungkan konsep fashion modern, storytelling budaya, dan sustainability dalam satu produk,” ujarnya.

Baca Juga : Kalla Institute Dampingi UMKM Sambusa di Pangkep Go Digital dan Tingkatkan Produksi

Usaha Nakaraa Scarf mulai dirintis Armayani sejak masih berstatus mahasiswa di Kalla Institute.

Armayani mengembangkan bisnis tersebut melalui dukungan berbagai program kampus, termasuk program Inkubator yang memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis hingga dapat direalisasikan menjadi produk nyata.

Dalam perjalanannya, Armayani juga berhasil memperoleh pendanaan dari pemerintah melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Baca Juga : Baruga Pathway SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bantu Siswa Tembus Kampus Internasional

Produk Nakaraa Scarf kemudian resmi diluncurkan pada 24 November 2024 dalam ajang Wirausahawan Merdeka.

Selama mengikuti program Inkubator, Armayani mendapatkan berbagai pembekalan penting terkait pengembangan usaha, mulai dari penyusunan model bisnis, riset pasar, hingga strategi pemasaran.

Dukungan dosen, lingkungan kampus yang kondusif untuk berdiskusi, serta akses jaringan dengan pelaku usaha turut membantu memperkuat keterampilan kewirausahaannya.

Baca Juga : Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media

Ketua Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute Mardiatul Jannah menegaskan, seluruh mahasiswa program studi Kewirausahaan telah dibekali dengan mindset dan keterampilan wirausaha sejak awal perkuliahan.

“Mahasiswa kami dibekali mindset kewirausahaan dan disiplin dalam mengelola ide menjadi rencana serta tindakan nyata. Melalui kurikulum yang berkelanjutan setiap semester, kami menargetkan mahasiswa mampu mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Saat ini, Nakaraa Scarf tidak hanya dipasarkan secara daring, tetapi juga telah tersedia di beberapa titik penjualan di Makassar, seperti Makassar Creative Hub Pantai Losari dan Kahii Botolempangan.

Baca Juga : KALLA Perkuat Kedekatan Keluarga dan Semangat Belajar Anak Lewat Little Explorers

Armayani berharap produknya dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan maupun pelestarian budaya lokal.

“Ke depan, saya berharap Nakaraa bisa menjadi produk yang dikenal luas, tidak hanya di Makassar tetapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti komitmen Kalla Institute dalam mencetak lulusan yang siap menjadi wirausahawan maupun profesional di berbagai bidang.

Saat ini Kalla Institute memiliki empat program studi unggulan, yakni Kewirausahaan, Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Manajemen Retail, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri di masa depan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....