SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin setelah mempertahankan disertasi setebal 392 halaman dalam ujian promosi doktor yang digelar di Hotel Unhas, Kamis (2/4/2026).
Disertasi Yasir berjudul “Model Dukungan Politik Terhadap Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sulawesi Selatan”. Karya ilmiah tersebut menjadi sorotan para penguji karena memadukan pengalaman praktis di dunia politik dan pemerintahan dengan pendekatan akademik dan teoritik.
Ujian promosi doktor ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan legislator Sulsel, di antaranya Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, para Wakil Ketua DPRD Sulsel, kepala daerah, serta puluhan legislator dan pejabat lingkup Pemprov Sulsel.
Baca Juga : Proyek Tak Terealisasi, SiLPA Bina Marga Sulsel Capai Rp240 Miliar
Co-promotor, Dr Andi Lukman Irwan, menyampaikan kesan mendalam terhadap disertasi yang ditulis Yasir. Ia menilai karya ilmiah tersebut menunjukkan kapasitas Yasir tidak hanya sebagai praktisi politik, tetapi juga sebagai akademisi.
Ia mengungkapkan bahwa setelah membaca disertasi setebal 392 halaman tersebut, ada dua hal yang menjadi kesan utama. Pertama, kemampuan Yasir memahami realitas politik, khususnya di Sulawesi Selatan, sekaligus menyajikannya dalam konsep teoritik yang kuat.
“Ini menunjukkan bahwa Promovendus bukan hanya memahami realitas politik dengan sangat baik, tetapi juga mampu menyajikan konseptual teoritik. Jadi praktisi yang akademik,” ujarnya.
Baca Juga : Muhammad Sadar Minta Pemprov Sulsel Tuntaskan Sisa Utang Proyek Infrastruktur
Kesan kedua, menurutnya, disertasi tersebut juga memuat nilai filosofis Bugis yang kuat, yang menggambarkan karakter pemimpin seperti macca (cerdas), warani (berani), magetteng (teguh), dan magaretta.
Ia juga menjelaskan bahwa Yasir telah melalui seluruh tahapan akademik dengan baik, mulai dari seminar proposal, seminar hasil, ujian tertutup hingga sidang promosi doktor. Disertasi tersebut telah diuji secara mendalam baik secara teoritik maupun praksis oleh tim penguji.
“Dan luar biasanya, Bapak Yasir Machmud mampu melewati dan menjawab semua pertanyaan dan sanggahan tim penguji dengan kualitas yang meyakinkan,” katanya.
Baca Juga : Legislator Senior Golkar Marthen Rantetondok Siapkan Regenerasi di Pemilu 2029
Dalam sidang promosi tersebut, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa akhirnya menyatakan Yasir Machmud lulus dengan predikat cumlaude, yang disambut tepuk tangan para undangan yang memadati ruangan.
Usai dinyatakan lulus, Yasir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada orang tua, keluarga, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya hingga meraih gelar doktor.
“Kepada semua pihak yang membantu dengan rendah hati saya haturkan terima kasih,” ucapnya.
Baca Juga : Hasil Kajian Terbaru, Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Dibangun Ulang
Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai gelar akademik semata, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Suasana ujian promosi sempat menghangat ketika salah satu penguji internal, Prof Armin Arsyad, menanyakan rekam jejak kepemimpinan Yasir saat memimpin PT SCI (Perseroda Sulsel), terutama terkait keberhasilan perusahaan mencetak laba.
Menjawab pertanyaan tersebut, Yasir menjelaskan bahwa kunci keberhasilan perusahaan terletak pada perombakan manajemen dan pembukaan lini bisnis baru. Saat ia mulai memimpin, perusahaan dalam kondisi merugi sekitar Rp2 miliar.
Baca Juga : Rasio Pengawas Tak Ideal, DPRD Sulsel Minta Sistem Pengawasan Dibenahi
“Kami masuk dalam kondisi minus, lalu melakukan perbaikan manajerial dan membuka lini bisnis baru. Hasilnya, dalam tiga bulan masalah tersebut teratasi. Kami mencetak laba Rp5 miliar pada 2022 dan Rp7 miliar pada 2023, serta menyetor dividen sebesar Rp4,5 miliar,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan keberhasilannya menyelamatkan tiga aset besar milik daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang sebelumnya terbengkalai di tangan pihak ketiga.
Dalam disertasinya, Yasir juga merekomendasikan agar pemerintah provinsi lebih selektif dalam memilih jajaran direksi BUMD agar perusahaan daerah dapat dikelola secara profesional dan memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah.
Adapun tim penguji dalam ujian promosi doktor tersebut terdiri dari Prof Armin Arsyad, Prof Muhammad, Dr Andi Muhammad Rusli, serta penguji eksternal Dr Andi Tenri Sompa. Sementara promotor adalah Prof Gustiana Kambo dan co-promotor Dr Lukman Irwan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar