Logo Sulselsatu

Rasio Pengawas Tak Ideal, DPRD Sulsel Minta Sistem Pengawasan Dibenahi

Asrul
Asrul

Kamis, 09 April 2026 15:44

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Evaluasi kinerja sektor pendidikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan dalam rapat Komisi E DPRD Sulsel, Rabu (8/4/2026).

Dalam rapat yang berlangsung di kantor sementara DPRD Sulsel di Jalan AP Pettarani, Makassar itu, Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi oleh pemerintah provinsi bersama pemangku kepentingan pendidikan.

Salah satu yang disorot adalah capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. Yeni menyebut hasil tersebut belum menunjukkan performa yang kompetitif secara nasional, sekaligus memperlihatkan ketimpangan antar mata pelajaran.

Baca Juga : PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur

“Ini tidak bisa dilihat hanya sebagai angka capaian. TKA mencerminkan kondisi riil kemampuan dasar siswa kita, terutama dalam literasi dan numerasi yang masih perlu diperkuat,” kata Yeni.

Ia menilai persoalan tersebut berkaitan erat dengan sistem pembelajaran yang belum sepenuhnya efektif dalam membangun kompetensi dasar peserta didik.

Selain capaian akademik, Yeni juga menyinggung peran pengawas sekolah yang dinilai belum optimal. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah pengawas serta beban kerja yang tinggi berdampak pada kurang maksimalnya fungsi pengawasan di lapangan.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat

“Kalau pengawasan hanya bersifat administratif, maka kualitas pembelajaran tidak akan tersentuh. Pengawas harus hadir sebagai pembina yang memastikan standar mutu benar-benar diterapkan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pembenahan sejak jenjang pendidikan dasar, khususnya dalam pembelajaran matematika. Menurutnya, lemahnya kemampuan numerasi di tingkat menengah tidak lepas dari fondasi yang kurang kuat sejak awal.

“Kita masih menemukan siswa di jenjang menengah yang belum menguasai kemampuan berhitung dasar. Ini menunjukkan bahwa penguatan numerasi di tingkat SD belum berjalan maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga : Reses Ketua DPRD Sulsel Cicu di Pasar Terong, Warga Minta Solusi Banjir dan Pengaman Kanal

Yeni pun mendorong agar pemerintah daerah menyusun langkah intervensi yang lebih terarah dan berbasis data, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Perbaikan kualitas pendidikan tidak bisa parsial. Harus ada sinergi lintas level agar hasilnya benar-benar terasa,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum08 Agustus 2026 23:56
Bupati Gowa Dikaitkan Tiga Kasus di Kepolisian, Satu Terancam Dijemput Paksa
SULSELSATU.com, GOWA– Bupati Gowa Husniah Talenrang dikaitkan tiga kasus hukum yang sedang berproses di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Polr...
Politik08 Agustus 2026 18:53
Struktur Rampung, Ilham Ari Fauzi Serahkan SK 13 Ketua DPC PPP
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi, menyerahkan surat keputusan (SK) kepengurusan kepada 13 Dewan Pimpin...
News08 Agustus 2026 18:02
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur
PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pe...
Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...