Logo Sulselsatu

Dorong Ekonomi Daerah, OJK Sinergi IJK dan PT Comextra Majora Edukasi dan Survei Kakao di Wotu

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 15 April 2026 13:51

Edukasi keuangan OJK kepada petani Kakao. Foto: Istimewa.
Edukasi keuangan OJK kepada petani Kakao. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, LUWU TIMUROtoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan PT Comextra Majora menggelar edukasi keuangan serta survei pengembangan komoditas kakao di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), khususnya komoditas kakao, melalui pembangunan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sebanyak 100 petani kakao binaan ikut serta dalam program ini.

Para peserta mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, hingga akses pembiayaan yang sesuai dengan karakter usaha kakao.

Baca Juga : Kepercayaan Masyarakat Meningkat, DPK Perbankan Tumbuh 5,71 Persen Jadi Rp149,77 Triliun

Selain itu, dilakukan survei untuk memetakan kebutuhan riil petani sebagai dasar penyusunan program pembiayaan yang lebih tepat sasaran.

Asisten Direktur Madya OJK Sulselbar Mushadi Nurali menegaskan pentingnya pendekatan ekosistem dalam memperluas akses keuangan.

OJK tidak hanya mendorong pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha, mitigasi risiko, dan kepastian akses pasar agar petani dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga : OJK Dorong Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat UMKM di Indonesia Timur

Peran offtaker dinilai penting dalam menjaga rantai nilai kakao, terutama dalam menjamin serapan hasil produksi dan peningkatan kualitas.

Perwakilan Pimpinan PT Comextra Majora Alberthinoes Pakenden mengatakan, kegiatan ini memiliki nilai penting dalam membangun fondasi ekosistem yang terintegrasi. Petani tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang komprehensif hingga kepastian pasar.

“Kami meyakini, sinergi ini akan mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, serta keberlanjutan usaha petani kakao binaan kami,” ujar Alberthinoes Pakenden.

Baca Juga : Jumlah Investor Pasar Modal Sulsel Naik 67,34 Persen, Reksa Dana Paling Diminati

Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara regulator, industri keuangan, dan pelaku usaha dalam mendorong sektor pertanian.

Ke depan, model ini diharapkan dapat diperluas untuk memperkuat ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di Sulawesi Selatan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....