SULSELSATU.com, SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai mematangkan usulan program pengembangan infrastruktur pertanian yang akan diajukan melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian tahun 2026.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Senin (27/4/2026).
Rakor dihadiri Asisten II Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Ibrahim bersama jajaran, para camat, lurah dan kepala desa dari Kecamatan Baranti, Kulo, dan Panca Rijang, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Baca Juga : Tabligh Akbar Sidrap Bahas Pilar Kejayaan Negeri, Hadirkan Ulama Internasional
Dalam arahannya, Syaharuddin Alrif menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi pemerintah daerah dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia terkait penguatan sektor pertanian di Sidrap.
Menurutnya, pemerintah pusat memberikan tambahan kuota program untuk mendukung peningkatan infrastruktur pengairan dan irigasi di wilayah pertanian Sidrap, terutama sebagai langkah menghadapi potensi dampak El Niño yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Program yang diusulkan meliputi pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, embung, dam parit atau long storage, hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk mendukung konservasi sumber daya air.
Baca Juga : Ribuan Peserta Ikut Pawai Muharam, Sidrap Perkuat Citra Daerah Religius
“Program ini diharapkan dapat memperkuat pasokan air untuk lahan pertanian sehingga produktivitas petani tetap terjaga,” ujar Syaharuddin.
Ia menambahkan, wilayah Kecamatan Baranti, Kulo, dan Panca Rijang menjadi fokus pengembangan karena memiliki areal pertanian yang cukup luas dan membutuhkan dukungan sistem pengairan yang optimal.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, termasuk peran aktif para penyuluh pertanian dalam mengawal pelaksanaan program di lapangan.
Baca Juga : Syaharuddin Alrif Pastikan Dukungan Beasiswa bagi Anak Sekolah di Wilayah Terpencil
Menurutnya, sinergi yang baik akan menentukan keberhasilan program agar tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak bagi peningkatan hasil pertanian masyarakat.
Selain membahas usulan kegiatan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan prioritas, memverifikasi kesiapan lokasi pembangunan, serta menyusun langkah teknis pelaksanaan agar program irigasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar