Logo Sulselsatu

Tim Pengabdian Unhas Edukasi UMKM Perempuan Minasa Upa Pemasaran Berbasis AI

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 11 Agustus 2026 17:15

Tim Pengabdian Unhas edukasi UMKM perempuan Minasa Upa pemasaran berbasis AI. Foto: Istimewa.
Tim Pengabdian Unhas edukasi UMKM perempuan Minasa Upa pemasaran berbasis AI. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAROS – Pelaku UMKM perempuan di Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mulai dibekali kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pemasaran produk.

Pendampingan ini dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui workshop pemasaran digital berbasis AI pada 8–9 Agustus 2026.

Workshop yang berlangsung di Aula Kantor Desa Minasa Upa tersebut menyasar Kelompok UMKM Wanita Tangguh.

Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global

Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pemasaran digital, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan teknologi AI untuk membuat materi promosi dan membangun identitas merek.

Pemanfaatan AI dinilai dapat menjadi salah satu solusi bagi pelaku usaha desa yang menghadapi keterbatasan sumber daya dalam membuat konten pemasaran.

Dengan teknologi tersebut, pelaku UMKM dapat menghasilkan ide, materi visual, hingga video promosi tanpa harus memiliki kemampuan teknis pengeditan yang kompleks.

Baca Juga : Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dampingi Industri Kue Tradisional Gowa Go Digital

Sejumlah platform diperkenalkan dalam workshop, di antaranya ChatGPT, Canva AI, dan CapCut AI.

Peserta diajak menggunakan platform tersebut untuk menyusun konsep promosi, membuat desain, mengembangkan identitas merek, hingga menghasilkan konten visual yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk.

Ketua Tim Pengabdian Unhas, Ir. Baginda Hamzah mengatakan, teknologi AI dapat dimanfaatkan mulai dari kebutuhan yang sederhana.

Baca Juga : OJK Perkuat TPAKD, Dorong Pembiayaan Komoditas Kakao di Sulsel

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Dari hal sederhana seperti membuat logo, poster, atau video promosi secara mandiri, pelaku UMKM sudah dapat menghasilkan perubahan yang berdampak pada cara produk mereka dikenal dan dipasarkan,” jelas Baginda.

Pendampingan tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Tim Pengabdian Unhas juga menyerahkan sejumlah peralatan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan branding dan promosi produk UMKM.

Selain itu, tim meluncurkan umkmminasaupa.id, sebuah website yang menjadi media digital untuk memperkenalkan Kelompok UMKM Wanita Tangguh beserta produk-produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga : KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar, UMKM Sulsel Tembus Pasar Global

Kehadiran platform digital tersebut diharapkan dapat membantu produk UMKM Minasa Upa memiliki ruang promosi yang lebih terstruktur.

Pelaku usaha juga memiliki kesempatan memperkenalkan produknya tidak hanya kepada konsumen di sekitar desa, tetapi kepada pasar yang lebih luas.

Kepala Desa Minasa Upa Rusman menyambut baik pendampingan tersebut. Menurutnya, penguasaan teknologi dapat membantu pelaku UMKM perempuan mengembangkan usaha secara lebih mandiri.

Baca Juga : Kalla Institute Berdayakan UMKM Perempuan di Maros Lewat Digitalisasi dan Teknologi

“Kami berharap pendampingan ini dapat mendorong ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Minasa Upa semakin kreatif, mandiri, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Program ini sekaligus memperkuat peran perempuan dalam aktivitas ekonomi desa. Pengembangan keterampilan pemasaran digital diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

Program ini juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 5 tentang kesetaraan gender, SDGs 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs 9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur.

Kegiatan diikuti Kepala Desa Minasa Upa, pendamping UMKM, konsultan PLUT, serta mahasiswa yang terlibat dalam program. Tim pengabdian terdiri atas Baginda Hamzah sebagai ketua, serta Dr. Ibriati Kartika Alimuddin dan Andi Jamiati Paramita sebagai anggota.

Melalui pendampingan tersebut, pengembangan UMKM Wanita Tangguh diarahkan tidak sekadar pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi pada bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas produk, memperluas pemasaran, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan di Desa Minasa Upa.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 September 2026 23:21
PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi
PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperkenalkan layanan Pintu VIP Private sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang dit...
Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...
Makassar25 September 2026 18:45
Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Teman Piknik Keluarga di Makassar
Puluhan keluarga pengguna Yamaha GEAR ULTIMA berkumpul piknik bersama dalam acara ULTIMA FAMILY PICNIC di Makassar...