SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria penjual sate di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diamuk massa usai diduga melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur. Polisi yang tiba di lokasi kemudian langsung mengamankan terduga pelaku setelah sempat dimassa warga sekitar.
“Saat kami tiba, massa sudah berkumpul dan melakukan aksi perusakan terhadap gerobak sate milik pelaku. Kami segera mengamankan kedua orang tersebut ke kantor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena massa yang saat itu sangat banyak,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Andi Abdul Latief kepada wartawan, Jumat (22/5/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mangerangi, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Jumat (22/5). Latief mengatakan, dugaan pelecehan itu kerap terjadi saat para korban melintas di depan tempat pelaku berjualan sate.
Baca Juga : Terekam CCTV Perampok Pria Datangi Toko Kelontong di Makassar, Pemilik Diancam Sajam
“Menurut keterangan korban, kejadian ini sudah berlangsung sekitar sebulan. Pelaku memanggil korban dan melontarkan yang merujuk pada mengingat kalimat seksi,” ungkapnya.
Latief menyebut hingga kini terdapat empat korban yang diduga kerap menjadi sasaran pelecehan oleh pelaku. Keempat korban tersebut mayoritas masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama (SMP).
“Korbannya tidak hanya satu, tapi ada empat orang yang semuanya masih anak-anak,” sebutnya.
Baca Juga : Bawa Badik Saat Mengamuk, Pria di Makassar Dilaporkan Aniaya Istri
Latief menuturkan pihaknya belum melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku karena saat itu pihaknya fokus mengevakuasi terduga pelaku dari amukan massa.
Pihaknya juga telah mengarahkan orang tua korban untuk membuat laporan resmi di Unit PPA Polrestabes Makassar.
“Saat ini kami belum sempat melakukan interogasi mendalam karena fokus utama adalah mengevakuasi pelaku dari amukan massa. Selanjutnya, kami mengarahkan para orang tua korban untuk segera membuat laporan resmi ke Polrestabes Makassar agar kasus ini ditangani secara hukum,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar