SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, H. Ruslan Lallo, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kota Makassar Angkatan III Tahun Anggaran 2026 bersama Perumda Air Minum Kota Makassar di Hotel Karebosi Premier, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Wilayah Pelayanan I Perumda Air Minum Kota Makassar, Rommy Arief Darianto, dan Koordinator Wilayah Pelayanan IV Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamka Ramadhan, sebagai narasumber dan diikuti masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Wajo, Bontoala, dan Kepulauan Sangkarrang.

Dalam sambutannya, Ruslan Lallo mengatakan kegiatan pengawasan merupakan bagian dari tugas konstitusional DPRD untuk memastikan pelayanan publik yang diberikan pemerintah daerah dan perusahaan daerah berjalan sesuai harapan masyarakat.
Politisi dengan tagline ‘Ajjimo’ itu menjelaskan, pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Menurut Ruslan, persoalan air bersih masih menjadi salah satu isu yang paling sering dikeluhkan warga di wilayah utara Kota Makassar. Keluhan tersebut terus muncul dari tahun ke tahun dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.
“Dari dulu masalah yang selalu muncul di Dapil II, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah, adalah masalah air bersih. Kadang masyarakat mengeluhkan air tidak mengalir, kadang air mengalir tetapi kualitasnya menjadi perhatian warga. Karena itu kami menghadirkan langsung pihak PDAM agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi yang terjadi,” kata Ruslan.
Penyelenggaraan Pengawasan Pemerintah Daerah yang digelar oleh Anggota DPRD Makassar Ruslan Lallo, (Sulselsatu)
Lebih lanjut H Ruslan Lallo menegaskan bahwa kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian utama. Karena itu, berbagai kendala yang terjadi dalam pelayanan harus terus dicarikan solusi secara bertahap dan berkelanjutan.
Ruslan mengatakan dirinya sengaja menghadirkan pejabat teknis Perumda Air Minum Kota Makassar yang menangani langsung wilayah pelayanan utara kota agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi distribusi air bersih.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat dapat memahami tantangan yang dihadapi perusahaan sekaligus mengetahui langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk memperbaiki pelayanan.
Ia juga meminta masyarakat memanfaatkan forum pengawasan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan, masukan, maupun pengalaman terkait pelayanan air bersih yang diterima selama ini.
“Kita ingin mendengar langsung kondisi yang dirasakan masyarakat. Karena yang mengetahui situasi di lapangan adalah warga sendiri. Dengan begitu, berbagai persoalan yang ada bisa menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi pihak terkait,” ujarnya.
Selain itu, Ruslan menambahkan bahwa DPRD Kota Makassar akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, termasuk sektor penyediaan air minum yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Perumda Air Minum Kota Makassar menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Wilayah Pelayanan I Perumda Air Minum Kota Makassar, Rommy Arief Darianto, memaparkan kondisi sistem pelayanan air bersih yang saat ini dimiliki perusahaan.
Ia menjelaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Makassar mengoperasikan lima Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan sumber air baku dan cakupan pelayanan yang berbeda-beda.
Khusus untuk wilayah utara kota, pelayanan sebagian besar bergantung pada IPA II Panaikang yang mendapatkan pasokan air baku dari Bendungan Lekopancing.
Menurut Rommy, salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya debit air baku yang masuk ke instalasi pengolahan sehingga berdampak pada distribusi air ke pelanggan.
Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebocoran dan pembobolan saluran air baku di beberapa titik yang menyebabkan kehilangan debit sebelum mencapai instalasi pengolahan.
“Seiring bertambahnya jumlah pelanggan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, kami terus melakukan berbagai upaya pembenahan. Salah satu fokus kami saat ini adalah meningkatkan ketersediaan air baku agar pelayanan kepada pelanggan bisa lebih optimal,” ujarnya.
Sebagai langkah perbaikan, Perumda Air Minum Kota Makassar telah melakukan koneksi jaringan pipa di sejumlah lokasi strategis, termasuk di Jalan Veteran dan Jalan Perintis Kemerdekaan untuk membantu pemerataan distribusi air.
Selain itu, Pihak PDAM juga tengah mempersiapkan pengoperasian Intake Manggala yang diproyeksikan mampu menambah pasokan air baku sekitar 350 liter per detik ke sistem pelayanan.
“Insyaallah dalam waktu dekat Intake Manggala akan mulai beroperasi. Ini merupakan salah satu upaya untuk menambah pasokan air baku dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” jelas Rommy.
Ia juga menyampaikan bahwa jajaran direksi bersama tim teknis telah menyusun langkah percepatan perbaikan pada sejumlah titik saluran yang mengalami kebocoran dan kehilangan debit air.
Selain upaya teknis tersebut, Perumda Air Minum Kota Makassar tetap menyiapkan layanan mobil tangki sebagai solusi sementara bagi pelanggan yang mengalami gangguan distribusi air bersih.
“Jika ada wilayah yang mengalami gangguan distribusi, masyarakat dapat melaporkan kepada wilayah pelayanan terkait. Kami tetap menyiapkan mobil tangki untuk membantu kebutuhan air bersih pelanggan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Pelayanan IV Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamka Ramadhan, menjelaskan bahwa pelayanan air bersih di wilayah utara Kota Makassar sangat bergantung pada kondisi Bendungan Lekopancing sebagai sumber utama air baku.
Menurutnya, saat musim kemarau debit air di bendungan tersebut cenderung mengalami penurunan sehingga berpengaruh terhadap kapasitas produksi instalasi pengolahan air.
“Karena itu kami terus berupaya mencari alternatif dan memperkuat sumber air baku agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Hamka.
Ia menambahkan, perusahaan juga telah merencanakan pengembangan sumber air baku baru yang diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan air bersih di masa mendatang, khususnya untuk wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan pasokan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News
