SULSELSATU.com, JAKARTA – Transformasi bisnis yang dijalankan TelkomGroup mulai menunjukkan hasil positif. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatat pendapatan sebesar Rp7,7 triliun pada semester I 2026.
Pendapatan angka ini didukung pertumbuhan bisnis infrastruktur digital dan meningkatnya permintaan layanan konektivitas.
Selain membukukan pertumbuhan pendapatan, InfraNexia juga mencatat margin EBITDA sebesar 54,5 persen, menunjukkan efisiensi operasional perusahaan yang terus membaik.
Baca Juga : Transformasi TLKM 30 Dongkrak Kinerja Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tumbuh 3,9 Persen
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi yang dijalankan perusahaan mulai memperkuat daya saing di industri infrastruktur telekomunikasi.
“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Pendapatan InfraNexia masih didominasi ekosistem TelkomGroup. Namun, pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup meningkat 31 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp939 miliar.
Baca Juga : Program Pengembangan Talenta Digital Antar Telkom Raih Lestari Award 2026
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, hingga pelanggan korporasi terhadap infrastruktur yang dikelola InfraNexia.
Sejak menerima pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan kapasitas bisnis yang lebih besar.
Segmen Wholesale Network, yang mencakup layanan Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia, mencatat pertumbuhan pendapatan 12,7 persen YoY.
Baca Juga : TelkomGroup Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia dengan Kabel Laut NCC
Pertumbuhan tersebut didorong tingginya kebutuhan kapasitas jaringan dan layanan inti (core network) seiring meningkatnya aktivitas digital.
Selain itu, segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan konektivitas sekaligus mendorong pemanfaatan bersama infrastruktur telekomunikasi yang lebih efisien.
Menurut Lukman, strategi tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pelaku industri sekaligus meningkatkan produktivitas pengelolaan aset perusahaan.
Baca Juga : Berusia 61 Tahun, Telkom Perkuat Ekosistem Digital untuk UMKM hingga Talenta AI
InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasi dengan menambah jumlah karyawan dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026.
Penambahan ini dilakukan untuk mendukung peningkatan skala operasional dan percepatan transformasi perusahaan.
Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung agenda Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui pengelolaan aset yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.
Baca Juga : Telkom Rampungkan Streamlining 10 Anak Usaha, Percepat Transformasi Bisnis
Lukman optimistis capaian pada semester pertama menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur digital nasional.
“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional,” tutupnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar