SULSELSATU.com, JAKARTA – Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung TV Micro RGB yang dilengkapi teknologi Samsung Vision AI untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih personal, intuitif, dan sesuai kebutuhan pengguna di rumah.
Kehadiran teknologi terbaru ini menjadi jawaban atas perubahan ekspektasi konsumen yang kini tidak lagi hanya mempertimbangkan kualitas gambar, tetapi juga menginginkan perangkat yang mampu memahami kebiasaan dan kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara masyarakat menikmati hiburan di rumah. Menurutnya, teknologi saat ini tidak cukup hanya menawarkan kecanggihan, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi penggunanya.
“Di Samsung, kami percaya AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, AI perlu bekerja secara natural di balik layar untuk menghadirkan pengalaman yang lebih seamless, meaningful, dan nyaman bagi konsumen,” ujar Harry Lee dalam keterangannya, Kamis (5/6/2026).
Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung TV Micro RGB yang dilengkapi teknologi Samsung Vision AI
Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB menjadi salah satu inovasi utama yang ditawarkan tahun ini. Teknologi tersebut dirancang untuk mendefinisikan ulang pengalaman menonton melalui kualitas gambar yang lebih presisi, akurat, dan mendekati kondisi nyata.
Melalui dukungan Micro RGB AI Engine Pro, televisi secara otomatis mampu mengoptimalkan warna sesuai konten yang ditampilkan. Pengguna tidak lagi perlu melakukan pengaturan manual karena sistem akan menyesuaikan kualitas gambar secara cerdas sehingga tampilan menjadi lebih hidup dan natural.
Selain kualitas visual, Samsung juga menghadirkan desain premium tanpa batas yang memungkinkan televisi menyatu dengan berbagai konsep interior rumah modern. Desain tersebut memberikan kesan elegan sekaligus menjadikan televisi sebagai bagian dari elemen estetika dalam ruangan.
Kenyamanan menonton juga diperkuat melalui teknologi Glare Free yang mampu mengurangi pantulan cahaya dari lampu maupun sinar matahari. Dengan fitur ini, pengguna dapat menikmati tayangan lebih nyaman tanpa gangguan refleksi yang kerap mengurangi kualitas visual.
Tidak hanya menghadirkan peningkatan pada sektor gambar, Samsung Vision AI juga dikembangkan untuk memberikan pengalaman yang lebih kontekstual berdasarkan jenis konten yang sedang ditonton.
Salah satu fitur unggulannya adalah AI Soccer Mode Pro yang secara otomatis mengoptimalkan tampilan pertandingan sepak bola. Teknologi tersebut membuat warna lapangan terlihat lebih hidup, menjaga ketajaman gerakan pemain yang bergerak cepat, serta meningkatkan kejernihan suara komentator sehingga pengalaman menonton pertandingan terasa lebih imersif.
Sebagai merek televisi global nomor satu selama 20 tahun berturut-turut, Samsung melihat bahwa fungsi televisi telah mengalami transformasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Harry Lee menjelaskan, televisi kini bukan lagi sekadar perangkat hiburan, melainkan telah menjadi bagian penting dari aktivitas keluarga, sarana mengekspresikan gaya hidup, hingga pusat kehidupan digital di rumah.
“Saat ini TV tidak lagi hanya menjadi perangkat hiburan, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari cara keluarga menikmati waktu bersama, mengekspresikan lifestyle, hingga menjalani kehidupan digital mereka di rumah,” katanya.
Menurutnya, perkembangan tersebut akan membawa televisi menuju peran baru sebagai intelligent companion, yakni perangkat yang mampu memahami kebutuhan pengguna dan menghadirkan pengalaman yang semakin personal di setiap momen.
Sejalan dengan visi tersebut, Samsung juga memperluas konsep Vision of Art yang sebelumnya hanya tersedia pada lini The Frame. Kini pengalaman tersebut turut dihadirkan melalui Samsung Micro RGB sehingga televisi dapat berfungsi sebagai living canvas yang menyatu dengan desain interior rumah sekaligus mencerminkan karakter pemiliknya.
Di sisi lain, Samsung juga memperhatikan aspek keberlanjutan penggunaan perangkat dalam jangka panjang. Untuk itu, Samsung menghadirkan program 7 Years OS Update melalui Samsung Tizen OS yang memungkinkan pengguna memperoleh pembaruan sistem operasi hingga tujuh tahun.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga relevansi perangkat dalam jangka panjang tanpa harus sering mengganti televisi akibat perkembangan teknologi.
Dalam mendukung ekosistem rumah pintar, Samsung turut membekali perangkat ini dengan Samsung Knox Securityuntuk memberikan perlindungan keamanan digital yang lebih baik bagi pengguna.
Selain itu, integrasi SmartThings memungkinkan Samsung Micro RGB terhubung secara mudah dengan berbagai perangkat pintar lainnya di rumah sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih praktis dan efisien.
Harry Lee menegaskan bahwa masa depan teknologi bukan hanya menghadirkan perangkat yang lebih pintar, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu memahami manusia dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Melalui Samsung Micro RGB dengan Samsung Vision AI, kami ingin membawa masa depan tersebut lebih dekat ke rumah setiap keluarga Indonesia, menghadirkan pengalaman yang bukan hanya lebih canggih, tetapi juga lebih personal, lebih human-centric, dan lebih bermakna dalam setiap momen kebersamaan,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar