SULSELSATU.com, MAKASSAR – Semangat inovasi dan kreativitas memenuhi lingkungan SDIT Al Fatih dalam pelaksanaan Journey Expo 2026 bertema “Being Muslim Inventors for Future Leaders”.
Kegiatan ini menjadi puncak perjalanan pendidikan bagi 126 murid kelas 6 yang menampilkan berbagai karya hasil pemikiran dan penelitian mereka selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Journey Expo tidak sekadar menjadi ajang pameran karya, tetapi juga menjadi ruang pembuktian bahwa anak-anak mampu melahirkan ide-ide besar yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berbagai proyek inovatif dipresentasikan, mulai dari solusi lingkungan, teknologi sederhana, hingga karya sains dan seni yang lahir dari kreativitas para murid.
Ketua Yayasan SDIT Al Fatih, Peni Setyowati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk membangun karakter, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi peserta didik.
“Ini adalah perjalanan pendidikan murid kelas 6 selama berproses di SDIT Al Fatih. Mereka diberikan kesempatan untuk menemukan ide, mendiskusikannya, menentukan proyek yang akan dibuat, mengerjakannya, hingga mempresentasikan hasilnya kepada publik,” ujarnya, saat membuka kegiatan, Sabtu (13/6/2026).
Selama kurang lebih satu bulan, para murid menjalani berbagai tahapan mulai dari pencarian ide, diskusi kelompok, perancangan proyek, proses pembuatan, hingga latihan presentasi. Seluruh rangkaian tersebut menjadi pengalaman berharga yang melatih kemandirian, kerja sama tim, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis.
Kepala Sekolah SDIT Al Fatih, Muhammad Syawal, mengungkapkan bahwa tema yang diangkat tahun ini mencerminkan harapan sekolah untuk melahirkan generasi muslim yang mampu menjadi penemu sekaligus pemimpin masa depan.
“Melalui Journey Expo, murid-murid menunjukkan bahwa mereka mampu berpikir kreatif dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan di sekitar mereka,” katanya.
Sebanyak lima bidang menjadi fokus pameran, yakni sains, matematika, lingkungan, seni, dan teknologi. Beragam karya menarik dipamerkan, di antaranya Rain Catcher Mini sebagai penampung air hujan, Alarm Air Penuh untuk mencegah pemborosan air, Rumah Anti Gempa, Lilin Aromaterapi dari Limbah Minyak Jelantah, hingga Vacuum Cleaner dari bahan plastik bekas dan komposter sederhana.
Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhi berbagai permainan edukatif berbasis matematika seperti Scrabble Math dan Moonlight Math Fight, serta karya kreatif bertema lingkungan seperti Smart Eco Bin dan Lentera Bumi (Earth Battery).
Puncak kegiatan ditandai dengan sesi kunjungan ke stand pameran yang memungkinkan orang tua, guru, dan tamu undangan melihat langsung hasil karya para murid. Setelah itu, peserta mempresentasikan proyek mereka dan menjawab berbagai pertanyaan dari pengunjung maupun penguji.
Journey Expo memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi antara orang tua, guru, dan peserta didik, menciptakan kebersamaan menjelang kelulusan, serta menjadi wadah bagi murid untuk menampilkan hasil karya terbaik mereka.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Andi Lilis Suryani T menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter keislaman yang kuat.
“Melalui Journey Expo, kami ingin membangun generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kami berharap anak-anak ini kelak tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang memberi manfaat bagi umat,” tuturnya.
Journey Expo pun menjadi bukti bahwa inovasi tidak mengenal usia. Dari tangan-tangan kecil para murid SDIT Al Fatih, lahir berbagai gagasan besar yang menyimpan harapan akan hadirnya para penemu muslim yang siap menjawab tantangan masa depan. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar