SULSELSATU.com, MAROS – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menanam 2.500 pohon berkayu keras di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Penanaman ini sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.
Kegiatan yang digelar pada 18 Juni 2026 itu merupakan bagian dari gerakan penanaman 20.000 pohon yang dilakukan Pelindo Group secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga : RUPS 2025: Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara, Pendapatan Tumbuh 9 Persen
Senior Vice President Sekretaris Perusahaan PJM Tubagus Patrick mengatakan, penanaman pohon menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Hari ini, PJM menanam sebanyak 2.500 bibit pohon keras dengan serapan karbon yang baik, seperti pohon jati dan mahoni yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi,” ujar Tubagus.
Menurutnya, lokasi penanaman di Kecamatan Tanralili dipilih karena memiliki lahan yang cukup luas untuk mendukung program penghijauan secara terpola sekaligus mendukung penghitungan dampak penyimpanan karbon (carbon storage).
Baca Juga : Laba Bersih Pelindo Jasa Maritim Wilayah 2 Lampaui Target, Tembus 206 Persen hingga Mei 2026
“Lokasi penanaman pohon di Tanralili ini dipilih karena untuk penghitungan dampak carbon storage perlu dilakukan penanaman terpola di lahan yang cukup luas,” katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan manajemen dan karyawan perusahaan, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan program penghijauan secara berkelanjutan.
Camat Tanralili Sudarmin mengapresiasi kontribusi PJM dalam mendukung pelestarian lingkungan di wilayahnya.
Baca Juga : Trafik Penumpang Naik 10,2 Persen, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif hingga Mei 2026
“Kami juga berharap agar program ini terus berkelanjutan di daerah lain di Tanralili, dengan jenis pohon lainnya seperti pohon buah yang juga dapat memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat,” ujarnya.
Program penanaman pohon ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek lingkungan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15 tentang Menjaga Ekosistem Daratan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar