SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir agar lebih mampu mengelola keuangan secara bijak dan terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
Puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan materi tentang perencanaan keuangan keluarga, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, pentingnya menabung, hingga strategi memenuhi kebutuhan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca Juga : OJK dan KPPU Perkuat Sinergi Awasi Persaingan Sehat di Sektor Jasa Keuangan
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan produk dan layanan jasa keuangan yang legal.
OJK mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta penipuan digital yang semakin marak.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih cakap dalam mengelola keuangan.
Baca Juga : Sultan Muda Fair 2026 Diikuti 500 Peserta, OJK Dorong Ekosistem Pengusaha Muda
“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Muchlasin.
Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memperkenalkan layanan Agen Laku Pandai sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal hingga ke wilayah pedesaan dan pesisir.
Melalui Agen Laku Pandai, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan perbankan seperti pembukaan rekening, transaksi keuangan, pembayaran, hingga layanan lainnya tanpa harus datang ke kantor bank.
Baca Juga : OJK Optimalkan SLIK, Perkuat Akses Kredit UMKM dan Program 3 Juta Rumah
Di Kabupaten Sinjai, jumlah Agen Laku Pandai terus bertambah dan kini mencapai 1.403 agen, yang terdiri atas 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46 BNI.
Keberadaan jaringan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan keuangan secara aman dan terjangkau.
OJK menyebut kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tongke-Tongke.
Baca Juga : Kredit UMKM di Sulsel Capai Rp61,66 Triliun hingga April 2026, Didominasi Usaha Kecil
Selain membantu keluarga nelayan mengelola keuangan rumah tangga, edukasi tersebut juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan resmi serta menghindari berbagai bentuk penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.
Melalui program ini, OJK berharap keluarga nelayan semakin mampu membangun ketahanan finansial, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Ke depan, OJK Sulsel Sulbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, pelaku jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar