Logo Sulselsatu

DPRD Sulsel Minta Dinkes Petakan Kebutuhan RS Provinsi agar Jadi Rumah Sakit Rujukan

Asrul
Asrul

Senin, 13 Juli 2026 16:00

Anggota DPRD Sulsel Fraksi NasDem Asman. Foto/SS
Anggota DPRD Sulsel Fraksi NasDem Asman. Foto/SS

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan mendorong Pemerintah Provinsi Sulsel memperkuat fasilitas dan layanan rumah sakit milik daerah agar mampu menjadi rumah sakit rujukan regional.

Langkah tersebut dinilai menjadi kunci mewujudkan keinginan Gubernur Sulsel agar lebih banyak pasien dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah provinsi.

Hal itu mengemuka dalam rapat kerja pembahasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang digelar di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (13/7/2026).

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Asman, mengatakan peningkatan status rumah sakit provinsi harus diawali dengan pemetaan kebutuhan fasilitas dan layanan. Menurutnya, Dinas Kesehatan bersama manajemen rumah sakit perlu menentukan rumah sakit yang paling siap untuk dikembangkan menjadi pusat rujukan.

Ia mencontohkan hasil kunjungan kerja Komisi E ke Jawa Timur, di mana satu rumah sakit rujukan mampu melayani delapan kabupaten sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih terintegrasi.

“Kita inventarisir dulu rumah sakit mana yang paling layak untuk dikembangkan. Setelah itu, petakan semua kebutuhannya agar pelayanan yang diinginkan Pak Gubernur bisa benar-benar terwujud,” ujar Asman.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Menurutnya, hasil inventarisasi tersebut harus disampaikan kepada Komisi E sebagai dasar penyusunan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Sulsel. Selanjutnya, DPRD akan mengawal kebutuhan anggaran melalui pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.

Asman mengaku selama ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan keterbatasan fasilitas rumah sakit provinsi sehingga pasien akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo maupun rumah sakit swasta.

“Sering kali kami ingin mengarahkan masyarakat ke rumah sakit milik provinsi, tetapi jawabannya fasilitasnya belum memenuhi standar untuk menangani pasien. Ini yang harus kita benahi bersama,” katanya.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Ia menegaskan, DPRD siap mendukung penguatan rumah sakit daerah apabila Dinas Kesehatan menyampaikan kebutuhan secara rinci dan terukur.

“Sampaikan apa yang menjadi kebutuhan rumah sakit kepada Komisi E. Kami siap memperjuangkannya dalam pembahasan anggaran agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Irfan AB, menilai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulsel seharusnya memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibanding rumah sakit kabupaten/kota.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

Menurutnya, rumah sakit provinsi idealnya berstatus rumah sakit regional sehingga mampu menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan.

“Rumah sakit provinsi jangan berada pada level yang sama dengan rumah sakit kabupaten. Harus memiliki kapasitas sebagai rumah sakit regional sehingga menjadi rujukan utama,” katanya.

Ia juga menilai program Gubernur Sulsel tidak harus diwujudkan dengan membangun rumah sakit baru, melainkan meningkatkan kualitas rumah sakit provinsi yang telah ada.

Baca Juga : HUT ke-357 Sulsel, Cicu Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

“Menurut saya, rumah sakit yang sudah dimiliki pemerintah provinsi sekarang ini yang perlu diperkuat agar semuanya bisa menjadi rumah sakit regional,” ujarnya.

Selain peningkatan fasilitas, Andi Irfan turut mempertanyakan realisasi anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan Tahun 2025. Menurutnya, keberadaan program PBI menjadi salah satu dasar kebijakan pemerintah provinsi yang mendorong agar pasien dirujuk ke rumah sakit milik daerah.

Ia meminta Dinas Kesehatan menjelaskan besaran realisasi PBI serta keberlanjutan program tersebut pada tahun-tahun mendatang.

“Kalau memang PBI menjadi dasar kebijakan agar rujukan diarahkan ke rumah sakit provinsi, maka kita juga perlu mengetahui bagaimana realisasi anggarannya dan apakah program itu masih berlanjut ke depan,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...
Makassar27 Oktober 2026 21:16
KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Persoalan royalti dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang dibahas...
News27 Oktober 2026 20:38
PLN UIP Sulawesi Perkuat Infrastruktur demi Pemerataan Listrik
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 melalui upacara di Kantor PLN UIP Sulawesi, Sela...
News27 Oktober 2026 18:59
PATSI UMI Gandeng Waskita–Adhi KSO, Siapkan SDM Konstruksi Muda melalui Program Magang Fresh Graduate
SULSELSATU, MAKASSAR — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (DPP PATSI UMI) mulai merealisasikan komitmen...