Logo Sulselsatu

Yeni Rahman: Jangan Paksa Pasien Dirujuk ke RS Provinsi Jika Pelayanan Belum Siap

Asrul
Asrul

Senin, 13 Juli 2026 18:16

Anggota DPRD Sulsel Yeni Rahman. Ist
Anggota DPRD Sulsel Yeni Rahman. Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Yeni Rahman, mengingatkan Pemerintah Provinsi Sulsel agar memastikan seluruh rumah sakit milik pemerintah provinsi benar-benar siap sebelum menerapkan kebijakan rujukan pasien BPJS Kesehatan ke rumah sakit provinsi.

Hal itu disampaikan Yeni dalam rapat kerja pembahasan sektor kesehatan bersama jajaran rumah sakit milik Pemprov Sulsel di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (13/7/2026).

Menurut Yeni, pernyataan Gubernur Sulsel yang menegaskan tidak akan memberikan kompensasi atau sharing iuran BPJS bagi peserta yang tidak dirujuk ke rumah sakit provinsi harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

“Kita mendengarkan penjelasan Bapak Gubernur pada saat paripurna, beliau sudah sangat jelas menyampaikan bahwa tidak akan memberikan kompensasi atau sharing iuran BPJS jika peserta tidak dirujuk ke rumah sakit provinsi. Tetapi pernyataan itu harus dibarengi dengan kesiapan seluruh rumah sakit yang berada di bawah kewenangan provinsi,” ujar Yeni.

Ia menegaskan Komisi E mendukung penuh upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh dipaksakan apabila sarana, prasarana, tenaga medis, hingga sistem pelayanan belum sepenuhnya siap.

“Kita support penuh keinginan Bapak Gubernur. Tetapi kalau dipaksakan dalam kondisi yang belum siap, yang kita khawatirkan masyarakat tidak bisa terlayani dengan baik karena ini menyangkut nyawa,” tegasnya.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Dalam rapat tersebut, Yeni juga mempertanyakan kesiapan sarana dan prasarana di setiap rumah sakit sesuai kompetensi layanan yang dimiliki. Menurutnya, masih banyak keluhan masyarakat terkait kondisi ruang perawatan yang dinilai belum layak.

“Salah satu keluhan yang paling sederhana adalah kondisi kamar perawatan. Rumah sakit itu harus memberikan kenyamanan bagi pasien. Bukan berarti harus mewah seperti hotel, tetapi kebersihannya harus terjaga dan pelayanannya harus optimal,” katanya.

Selain fasilitas, Yeni menyoroti keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter subspesialis. Ia mengatakan masyarakat berharap dokter mudah diakses ketika membutuhkan konsultasi maupun penanganan medis.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

“Kita juga mengetahui masih ada subspesialis yang belum lengkap. Ini tentu menjadi perhatian karena pelayanan kesehatan sangat bergantung pada ketersediaan tenaga medis yang kompeten,” ujarnya.

Politisi Komisi E itu juga meminta penjelasan mengenai kesiapan rumah sakit menghadapi perubahan sistem pelayanan dari kelas rawat inap menuju pelayanan berbasis standar yang diterapkan pemerintah.

Tak hanya itu, Yeni meminta data mengenai angka kematian pasien di seluruh rumah sakit milik Pemprov Sulsel. Menurutnya, data tersebut perlu dipilah antara pasien yang datang dalam kondisi sudah berat dengan kasus yang diduga dipengaruhi kualitas penanganan medis.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

“Kami ingin mengetahui bagaimana angka kematian di rumah sakit. Harus bisa dibedakan mana pasien yang memang datang sudah dalam kondisi kritis dan mana yang berkaitan dengan kualitas penanganan. Ini penting sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Yeni juga mempertanyakan mekanisme review klaim BPJS Kesehatan yang disebut berujung menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia meminta penjelasan apakah temuan tersebut muncul akibat proses review BPJS setelah klaim dibayarkan atau disebabkan faktor lain.

“Kami ingin persoalan ini dibedah bersama supaya jelas. Ketika klaim BPJS sudah dibayarkan kemudian direview hingga menjadi temuan BPK, sebenarnya prosesnya seperti apa,” ujarnya.

Baca Juga : HUT ke-357 Sulsel, Cicu Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Sebagai bahan perbandingan, Yeni mengaku Komisi E DPRD Sulsel telah melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Saiful Anwar di Malang. Ia menilai rumah sakit tersebut mampu menjadi pusat rujukan bagi delapan kabupaten karena didukung kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia.

“Jangan hanya memaksakan sistem rujukan, tetapi seluruh kesiapan harus dipenuhi. Kita punya tenaga kesehatan yang cerdas dan ahli, tinggal bagaimana pemerintah benar-benar serius menyiapkan fasilitas dan sistem pelayanannya,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...
Makassar27 Oktober 2026 21:16
KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Persoalan royalti dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang dibahas...
News27 Oktober 2026 20:38
PLN UIP Sulawesi Perkuat Infrastruktur demi Pemerataan Listrik
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 melalui upacara di Kantor PLN UIP Sulawesi, Sela...
News27 Oktober 2026 18:59
PATSI UMI Gandeng Waskita–Adhi KSO, Siapkan SDM Konstruksi Muda melalui Program Magang Fresh Graduate
SULSELSATU, MAKASSAR — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (DPP PATSI UMI) mulai merealisasikan komitmen...