Logo Sulselsatu

PT Vale Hadirkan Kelas Konservasi, Wujudkan Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 25 Juli 2026 17:31

PT Vale hadirkan kelas konservasi untuk membentuk generasi muda penggerak keberlanjutan di Luwu Timur. Foto: Istimewa.
PT Vale hadirkan kelas konservasi untuk membentuk generasi muda penggerak keberlanjutan di Luwu Timur. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, SOROWAKO – Menghadirkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak keberlanjutan merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58, PT Vale meluncurkan Kelas Konservasi. Sebuah program pengembangan kapasitas bagi 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan di Luwu Timur.

Peluncuran berlangsung di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Program ini mengintegrasikan pembelajaran konservasi, kepemimpinan, praktik lapangan, kepenulisan, dan ekonomi hijau untuk membentuk generasi muda yang mampu menginisiasi aksi nyata bagi pelestarian lingkungan.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati, memberdayakan masyarakat, dan menumbuhkan budaya keberlanjutan yang diwariskan lintas generasi.

Kelas Konservasi dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman lapangan.

Selain memperluas pemahaman mengenai konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, program ini juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kepenulisan, dan penyusunan proyek sosial.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, menggerakkan kolaborasi, dan menjadi inspirasi di komunitasnya.

Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia Budiawansyah mengatakan, tantangan keberlanjutan saat ini membutuhkan lebih dari sekadar inovasi teknologi dan kepatuhan terhadap regulasi.

Menurutnya, masa depan lingkungan juga ditentukan oleh hadirnya generasi yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan keberanian untuk mengambil peran sebagai penggerak perubahan.

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

“Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak awal,” ujar Budiawansyah.

Kelas Konservasi diharapkan menjadi investasi sosial yang meninggalkan dampak jangka panjang melalui tumbuhnya budaya konservasi di tengah masyarakat.

“Kepedulian terhadap upaya konservasi tidak dimulai ketika seseorang telah dewasa, tetapi dibangun sejak dini hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja merupakan periode yang penuh kreativitas, semangat, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru,” katanya.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Program akan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2026 melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring.

Selama empat bulan, peserta akan mengikuti orientasi, sesi pembelajaran, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir sebagai ruang berbagi gagasan dan solusi terhadap berbagai isu lingkungan di wilayahnya.

Proses pembelajaran diperkuat melalui kolaborasi dengan akademisi, praktisi, dan para ahli internal perusahaan yang menghadirkan perspektif komprehensif mengenai konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga : Muncul Bela Aliansi di Bungku Timur, Rekam Jejak Irwan Arya Disorot

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tabarano Rimal Manukallo menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran Kelas Konservasi.

Menurutnya, program tersebut menjadi ruang belajar yang relevan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus terlibat langsung dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.

“Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur,” ujarnya.

Melalui Kelas Konservasi, PT Vale menegaskan bahwa investasi pada keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pembangunan manusia yang mampu melanjutkan dan memperkuat upaya tersebut.

Sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), inisiatif ini diharapkan melahirkan generasi penggerak keberlanjutan yang mampu menjadi duta-duta lingkungan, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, menginisiasi berbagai aksi konservasi, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....