Logo Sulselsatu

Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 30 Juli 2026 16:31

Produksi Nikel PT Vale naik 19 persen pada kuartal II 2026 dengam pendapatan tembus US$290 juta. Foto: Istimewa.
Produksi Nikel PT Vale naik 19 persen pada kuartal II 2026 dengam pendapatan tembus US$290 juta. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) membukukan peningkatan produksi dan kinerja keuangan pada kuartal II 2026. PT Vale mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 16.153 metrik ton, naik sekitar 19 persen dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 13.620 ton.

Dengan capaian tersebut, total produksi nikel matte sepanjang semester I 2026 mencapai 29.773 ton. Peningkatan produksi didorong oleh selesainya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, yang memperkuat kapasitas operasional perusahaan.

PT Vale menyatakan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahun ini, seiring fokus perusahaan pada keselamatan kerja, keandalan operasional, dan peningkatan kapasitas tambang.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Selain meningkatkan produksi nikel matte, PT Vale juga memperkuat ekspansi bisnis melalui tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Strategi ini mendorong peningkatan signifikan penjualan bijih nikel.

Pada kuartal II 2026, penjualan bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, penjualan semester I mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat lonjakan penjualan menjadi 495.601 wmt pada kuartal II, dibandingkan 88.983 wmt pada kuartal I. Total penjualan semester pertama di blok tersebut mencapai 584.584 wmt.

Baca Juga : Muncul Bela Aliansi di Bungku Timur, Rekam Jejak Irwan Arya Disorot

PT Vale menilai peningkatan volume penjualan di Bahodopi dan Pomalaa mencerminkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi sekaligus memperkuat strategi diversifikasi sumber pendapatan.

Dari sisi keuangan, PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$290 juta pada kuartal II 2026 atau meningkat 15 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan produksi serta menguatnya harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi US$14.765 per ton, naik sekitar 4 persen secara kuartalan.

Baca Juga : Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan

Di sisi efisiensi, biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi US$10.005 per ton, dibandingkan US$10.382 per ton pada kuartal I 2026.

Sementara itu, biaya tunai bisnis bijih nikel tetap kompetitif, yakni US$21 per ton di Bahodopi dan US$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti dan logistik. Peningkatan volume penjualan turut mendorong efisiensi biaya operasional, khususnya di Pomalaa.

PT Vale menilai kinerja operasional dan keuangan pada kuartal II 2026 menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika pasar nikel global.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Tingkatkan Kapasitas Petani Binaan Terapkan Pertanian Organik

Melalui penguatan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan pengembangan tiga hub pertambangan, perusahaan optimistis dapat terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

Selama triwulan tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sekitar AS$116 juta untuk mendukung keberlanjutan operasi serta pengembangan proyek-proyek pertumbuhan strategisnya.

Industri hilirisasi nikel Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, yang ditandai dengan tibanya autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi, sebuah komponen utama dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali milik PT Vale.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Kerahkan Tim Tangani Karhutla di Kolaka

Bekerja sama dengan GEM Co., Ltd. dan EcoPro, PT Vale memperingati tonggak penting ini melalui acara BNSI Autoclave Delivery Ceremony yang diselenggarakan pada 22 Juli 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani yang menegaskan pentingnya proyek tersebut secara strategis.

“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus Irmanto selaku Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale.

Ke depan kata Bernardus, PT Vale akan terus mempercepat pengembangan proyekproyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yaitu produk antara yang sangat penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif29 Oktober 2026 17:56
Toyota Hadirkan T Intouch with Toyota Remote di Innova Zenix
Kalla Toyota memperkenalkan teknologi konektivitas terbaru T Intouch with Toyota Remote yang memungkinkan pemilik mengakses dan mengontrol sejumlah fu...
Aneka29 Oktober 2026 14:44
Asmo Sulsel Ingatkan Pentingnya Servis Motor Berkala
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengingatkan konsumen Honda agar melakukan perawatan sepeda motor sejak awal pemakaian untuk menjaga perfor...
Bisnis29 Oktober 2026 14:11
Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun hingga September 2026
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026....
Ekonomi29 Oktober 2026 13:53
OJK Perkuat Riset untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pemanfaatan riset berbasis bukti dalam perumusan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pe...