SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar SOKSI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Swiss-Bell Hotel Waterfront Kota Makassar.
Adapun pelaksanaannya berlangsung selama dua hari. Mulai tanggal 6-7 September mendatang.
Kegiatan ini di hadiri langsung Ketum dan Sekjen DEPINAS SOKSI, Mukhamad Misbakhun serta Puteri Komarudin dan didampingi sejumlah jajaran pengurus dari pusat.
Baca Juga : Kader Golkar di Sulsel Rindu Bertemu Bahlil, IAS Prediksi 4 Ribu Orang Hadiri Pelantikan dan Pesta Rakyat
Ketua DEPIDAR SOKSI Sulsel, Andi Patarai Amir menuturkan, kehadiran Ketum DEPINAS SOKSI sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun untuk memberikan arahan kepada seluruh kader SOKSI se Sulsel berperan aktif membesarkan organisasi yang berorientasi terhadap buruh dan karyawan.
Tak hanya itu keberadaan SOKSI juga harus ikut berkontribusi secara massif dalam proses politik demi mewujudkan demokrasi lebih sehat dan bermartabat.
“Selain merencanakan dan menyusun program kerja, fokus utama Rakerda kita adalah memperkuat peran kekaryaan dalam transformasi ekonomi, mendukung program pemerintah serta mematangkan pendidikan kader,” kata Patarai Amir, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga : Amirullah Nur Dipercaya Pimpin Renovasi Kantor Golkar Sulsel, Anggaran Disiapkan Rp5 Miliar
Legislator DPRD Sulsel ini menjelaskan, kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, konsolidasi, dan sinergi organisasi dalam menyatukan langkah menjalankan agenda SOKSI di Sulsel.
Adapun tema Rakerda XIX Soksi Sulsel yaitu “Konsolidasi Kekaryaan Soksi Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif untuk Kesejahteraan Masyarakat”.
Ketua DPRD Kabupaten Maros periode 2019-2024 mengurai bahwa orientasi SOKSI berfokus pada penguatan peran kekaryaan demi mewujudkan transformasi ekonomi dan demokrasi inklusif.
Baca Juga : HUT ke-62 Golkar, IAS Minta Kader Fokus Layani Rakyat Jelang Pemilu 2029
Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) pendiri Partai Golkar yang berakar dari gerakan buruh/pekerja, SOKSI menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat kelas pekerja dalam proses politik.
Patarai memandang, buruh bukan sekadar alat produksi, melainkan “karyawan” (manusia yang berkarya) yang berhak atas hubungan industrial yang adil dan harmonis.
“Termasuk keberadaan buruh tidak hanya sebatas pada upah melainkan juga mencakup akses yang luas terhadap kesehatan, pendidikan, jaminan perlindungan kerja, dan sebagainya,” terangnya.
Baca Juga : IAS, Nurdin Halid, dan Taufan Pawe Jadi Andalan Golkar Sulsel di Pemilu 2029
Fokus SOKSI lainnya adalah mendorong demokrasi inklusif. Patarai menjelaskan, di tengah menguatnya politik transaksional, SOKSI memosisikan diri sebagai wadah bagi kaum pekerja untuk aktif berpolitik secara tulus tanpa harus terbebani oleh modal finasial besar.
Untuk itu, melalui pendekatan yang inklusif, SOKSI berperan menjaga agar partai politik (khususnya Golkar) tetap membumi, terbuka bagi semua lapisan masyarakat, dan tidak tergelincir menjadi organisasi yang elitis.
“Kita berharap melalui berbagai sayap organisasinya (seperti fokus pada perempuan, mahasiswa, dan pemuda), SOKSI mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik serta arah politik kedepannya,”terangnya.
Baca Juga : Golkar Sulsel Perpanjang Masa Jabatan Ketua DPD II, Musda Dikebut hingga Desember
Patarai juga sekaligus menegaskan, SOKSI harus menjadi pilar utama Partai Golkar dalam setiap momentum politik.
Sementara Ketua Panitia Rakerda XIX SOKSI Sulsel, Kamaluddin Syam menyampaikan seluruh persiapan pelaksanaan Rakerda SOKSI sudah rampung 99 persen.
“Mulai dari persiapan di lokasi arena kegiatan, penyambutan Ketum dan Sekjen DEPINAS SOKSI hingga penyusunan dan perencanaan program kerja seluruh bidang,” ujar Kamal.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar