SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, meminta PT PLN tidak hanya mengatur pemadaman bergilir di sisi pelanggan masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan pengurangan beban listrik dari sejumlah industri besar selama kondisi kelistrikan Sulsel belum stabil.
Menurut Sadar, perusahaan dengan konsumsi listrik besar seperti PT Semen Tonasa, Bosowa dan PT Vale Indonesia perlu ikut diperhitungkan dalam upaya menjaga kestabilan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.
“Pengguna listrik besar di Sulawesi Selatan seperti Tonasa, Bosowa, dan PT Vale itu agar juga diperhitungkan untuk dapat mengurangi bebannya selama kondisi ini,” ujar Sadar dalam rapat bersama PLN, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga : Supriadi Arif Minta Durasi Pemadaman Dipangkas, Jangan Sampai Empat Jam
Ia menilai pengaturan beban dari pelanggan industri besar dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu PLN menjaga pasokan listrik bagi masyarakat di tengah pemadaman bergilir yang masih terjadi.
Selain industri, Sadar meminta PLN memberikan perlakuan khusus terhadap fasilitas pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama rumah sakit.
“Yang kedua, kita juga meminta kepada PT PLN agar diberikan prioritas seperti rumah sakit dan khusus perkantoran-perkantoran supaya tidak terjadi pemadaman,” katanya.
Baca Juga : DPRD Sulsel Desak PLN Benahi Sistem Kelistrikan, Pemadaman Bergilir Ditargetkan Normal November
Sadar menyebut pihak PLN telah memberikan jaminan bahwa fasilitas rumah sakit di Sulawesi tidak akan terdampak pemadaman listrik.
“PLN sudah menggaransi bahwa seluruh rumah sakit yang ada di Sulawesi tidak terjadi pemadaman listrik,” ujarnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar