SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – Hasil pengujian laboratorium terhadap gabah atau padi dari lahan demplot di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur menunjukkan hasil yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
Hasil tersebut menjadi dasar untuk mendorong petani kembali melanjutkan kegiatan pertanian setelah insiden tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO).
PT Vale Indonesia Tbk bersama sejumlah institusi ahli melakukan pengujian untuk menganalisis dampak tumpahan minyak terhadap tanaman pangan.
Baca Juga : PT Vale Indonesia Dorong Ekonomi Lokal Lewat Koperasi dan UMKM
Pengujian ini melibatkan IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian RI, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur.
Pengujian tersebut merupakan bagian dari proses remediasi yang dijalankan Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia Yusri Yunus mengatakan, perusahaan berupaya memastikan lahan pertanian masyarakat kembali produktif dan menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi.
Baca Juga : PT Vale Dukung 127 UMKM di Luwu Timur, 74 Tembus Pasar Ritel
“Sehubungan dengan kejadian ini, selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan bahwa lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi. Pengujian ilmiah ini menjadi bagian dari wujud komitmen Perusahaan bahwa seluruh rantai roda perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti harus kembali berjalan normal tanpa hambatan ekologis,” kata Yusri.
Ia mengatakan perusahaan memahami kekhawatiran petani sejak insiden tumpahan minyak terjadi. Karena itu, langkah mitigasi dilakukan untuk memulihkan rasa aman sekaligus memberikan kepastian terhadap keberlanjutan mata pencaharian warga.
“Kami memahami sepenuhnya kekhawatiran yang dihadapi oleh para petani sejak insiden tumpahan minyak ini terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengambil langkah mitigasi untuk mengembalikan rasa aman dan kepastian mata pencaharian warga. Hasil laboratorium independen ini menjadi bukti bahwa melalui penanganan yang tepat, lahan sawah tetap produktif dengan hasil pangan yang aman dikonsumsi,” jelasnya.
Baca Juga : Tidak Semua Menolak, Arpa Jaska: Mayoritas Warga Dukung Jalur Pipa Minyak PT Vale
Yusri menambahkan, pendampingan pertanian telah dilakukan sejak insiden terjadi untuk memastikan petani dapat menjalankan satu siklus budidaya penuh, mulai Februari hingga September 2026.
Pendampingan tersebut mencakup lahan terdampak di Desa Lioka, yakni Dusun Molindowe dan Dusun Polapi, serta Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan insiden kebocoran pipa minyak.
Baca Juga : PT Vale Indonesia Tekankan Kepemimpinan Berdampak di Makassar Leadership Summit 2026
Upaya tersebut meliputi pembersihan area terdampak, identifikasi objek terdampak, pembayaran kompensasi, pelaksanaan demplot padi, hingga pengujian hasil panen.
Ia berharap hasil pengujian tersebut dapat menjadi dasar bagi petani untuk kembali menanam padi pada musim tanam kedua.
“Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan,” ungkap Irwan.
Baca Juga : PT Vale Indonesia Serahkan Ijazah Paket C di Pomalaa
Pemerintah daerah bersama Vale Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung musim tanam berikutnya melalui bantuan bibit.
“Saya berharap tidak ada lagi kecemasan ataupun keraguan kita. Vale akan mendampingi musim tanam kedua dan memberikan bantuan bibit. Kami dari Pemda Luwu Timur juga siap memberikan bantuan bibit,” pungkasnya.
Petani Desa Timampu, Mursalim, menyambut hasil pengujian laboratorium tersebut. Menurutnya, hasil pengujian memberikan keyakinan untuk melanjutkan penanaman padi.
“Dari hasil dua lab yang disampaikan itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa penanaman berikutnya bisa kita lakukan karena hasilnya sudah layak konsumsi,” katanya setelah menghadiri pemaparan hasil uji demplot penanaman padi di Kantor Bupati Luwu Timur.
Vale Indonesia menyatakan rangkaian penanganan sejak awal insiden hingga pengujian laboratorium difokuskan untuk membantu masyarakat kembali menjalankan kegiatan pertanian dengan rasa aman.
Perusahaan juga berharap upaya tersebut dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah terdampak.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar