SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan menggelar operasi pemberantasan narkoba di kawasan Kampung Kusta atau Kompleks Kusta Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (22/10/2026). Dalam penggerebekan tersebut, sejumlah warga diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi gabungan yang melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, Satbrimob Polda Sulsel, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel ini menyasar wilayah Kampung Dangko, Kecamatan Tamalate.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menerjunkan anjing pelacak (K9) guna mempermudah pencarian barang bukti di area padat penduduk.
Dalam operasi itu, petugas menggeledah sejumlah rumah yang dicurigai menjadi lokasi peredaran narkoba. Proses penggeledahan berlangsung ketat. Bahkan, petugas terlihat mendobrak salah satu kamar yang terkunci dari dalam.
Sejumlah warga yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Situasi sempat diwarnai ketegangan ketika seorang pria yang hendak dibawa petugas bersikeras menolak dibawa. Namun, polisi tetap mengamankan pria tersebut meski dua anggota keluarganya terlihat menangis.
Dari lokasi penggerebekan, petugas turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Barang-barang tersebut di antaranya alat isap sabu atau bong, perangkat kamera pengawas (CCTV), serta botol yang diduga berisi sinte cair.
Wakil Director Reserse Narkoba Polda Sulsel, AKBP Yudi Frianto, mengatakan bahwa dari hasil operasi gabungan tersebut, sebanyak 27 orang berhasil diamankan.
“(Terdapat) 23 orang laki-laki, dan empat orang perempuan, dan ada satu DPO kami yang kemarin kami tangkap juga,” kata Yudi kepada awak media, Kamis siang.
Yudi menyebutkan, sebanyak 220 personel gabungan diterjunkan dalam operasi sweeping tersebut. Berbagai barang bukti berhasil disita, termasuk jajaran kamera CCTV yang dipasang oleh para pelaku narkoba di setiap sudut lorong untuk memantau pergerakan aparat kepolisian.
“Ada CCTV yang memang (dipasang), di setiap lorong memang ada CCTV-nya. Jadi kita datang mereka ada sebagian yang lari. Tapi kami tadi sudah antisipasi untuk setiap lorong kami jaga,” ungkap Yudi.
Selain kamera pemantau, petugas turut mengamankan berbagai senjata tajam berupa anak panah busur, sejumlah paket saset berisi sabu, serta tembakau sintetis. ihak kepolisian saat ini masih mendalami peran masing-masing dari 27 orang yang terjaring dalam operasi penggerebekan tersebut.
“Tindak lanjut yang kami lakukan, kami tes urine, setelah itu kami periksa. Nanti kami bagi pengguna, pengedar, bandar kami pisah,” kata Yudi. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar