SULSELSATU.com, POMALAA – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat sistem pengelolaan air di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara, untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan selama musim penghujan.
Hingga November 2026, perusahaan telah membangun 16 kolam pengendap (sediment pond), sementara tiga kolam lainnya masih dalam tahap konstruksi.
Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mengendalikan limpasan air hujan, menahan erosi, serta mencegah material sedimen keluar dari area operasional proyek.
Baca Juga : Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia Mohammad Rifai mengatakan, penguatan sistem pengelolaan air dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, potensi cuaca ekstrem, dan hasil evaluasi berkala.
“Berdasarkan evaluasi terhadap kejadian curah hujan ekstrem sebelumnya yang sempat memicu luapan pada sejumlah pocket pond atau kolam penampung berkapasitas kecil, Vale Indonesia terus melakukan perbaikan teknis dan meningkatkan pengendalian secara intensif. Hingga saat ini, kami telah membangun sebanyak 16 sediment pond, dan 3 lainnya sedang dalam tahap konstruksi,” kata Mohammad Rifai.
Kolam pengendap tersebut berfungsi menampung limpasan air dari area proyek agar material sedimen mengendap sebelum air dialirkan secara terkendali sesuai standar pengelolaan lingkungan.
Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa
Untuk mendukung operasional fasilitas tersebut, Vale juga mendistribusikan jaringan listrik berkapasitas 5 megawatt (MW) ke sejumlah titik strategis, termasuk area kolam pengendap.
Pasokan listrik ini diperlukan agar fasilitas pengelolaan air dapat beroperasi ketika debit air meningkat akibat hujan berintensitas tinggi.
Selain pembangunan infrastruktur, perusahaan melakukan pemantauan kualitas air secara berkala di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-Huko dan Sungai Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa.
Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale
Pengambilan sampel air dilakukan secara terjadwal di area tangkapan air sekitar wilayah operasional untuk mendeteksi potensi peningkatan sedimentasi sejak dini.
Langkah ini juga ditujukan untuk mengantisipasi dampak terhadap ekosistem sungai dan lahan pertanian masyarakat.
Selain memperkuat infrastruktur fisik, untuk menjalankan komitmen terhadap keberlanjutannya, Vale Indonesia juga melakukan pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-Huko dan Sungai Oko-Oko di Kecamatan Pomalaa.
Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
“Pengambilan sampel air dilakukan secara terjadwal pada area tangkapan air di sekitar wilayah operasional untuk mendeteksi potensi peningkatan sedimentasi sejak dini serta mencegah dampaknya terhadap ekosistem sungai dan lahan pertanian masyarakat,” jelas Rifai.
Vale juga menyiagakan tim Fire and Emergency Services (FES) untuk memantau kondisi lapangan, mendata dampak cuaca ekstrem, dan membantu penanganan awal apabila terjadi kerusakan tanggul.
Tim tersebut turut disiapkan untuk mendukung penyaluran logistik jika hujan ekstrem berdampak pada desa-desa di sekitar proyek.
Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali
Dalam upaya mengurangi risiko genangan dan banjir, perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah dan perangkat daerah terkait.
Koordinasi tersebut mencakup pembenahan fasilitas umum di kawasan aliran sungai dan pesisir Kecamatan Pomalaa, termasuk perbaikan drainase, tanggul, dan jalan lingkungan.
Di sisi lain, Vale mengembangkan solusi berbasis alam untuk mengurangi limpasan air permukaan dalam jangka panjang.
Salah satunya melalui pengoperasian fasilitas persemaian modern atau nursery di Kecamatan Tanggetada yang pembangunannya telah rampung 100 persen.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga satu juta bibit per tahun untuk mendukung penghijauan dan reklamasi.
Penanaman vegetasi secara bertahap diharapkan dapat memperkuat tutupan lahan, menekan erosi, serta meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar