Logo Sulselsatu

Pindahkan Ibu Kota, Pemerintah Butuh Biaya Rp466 Triliun

Asrul
Asrul

Selasa, 18 Juni 2019 11:56

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (Int)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara kemungkinan besar bakal terealisasi kendati belum satupun daerah yang ditunjuk sebagai lokasi ibu kota negara yang baru.

Bappenas saat ini tengah memperkirakan biaya pemindahan ibu kota. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro berharap, dana pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara bisa dianggarkan di dalam APBN 2020 meskipun dana yang dialokasikan belum signifikan.

Melansir CNNIndonesia, Selasa (18/6/2019), Bambang menyebut anggaran yang dialokasikan di dalam APBN 2020 mungkin baru sebatas persiapan, belum merambah konstruksi fisik. Rencananya, anggaran akan digelontorkan secara signifikan pada APBN 2021 mendatang.

Baca Juga : Calon Ibu Kota Baru Indonesia Cuma Tampung 1,5 Juta Orang

“Mungkin bisa dianggarkan di APBN 2020, tapi anggaran ini diturunkan signifikan 2021 mendatang,” jelas Bambang di Gedung DPR, Senin (17/6).

Ia juga memastikan bahwa anggaran pemerintah untuk pemindahan tak akan bejibun. Ini lantaran pemerintah mengedepankan pembangunan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), partisipasi swasta, serta kerja sama pemanfaatan aset untuk membangun ibu kota baru.

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pemindahan ibu kota sekiranya membutuhkan dana Rp466 triliun. Dari jumlah tersebut, APBN rencananya hanya akan mengambil porsi Rp30,6 triliun atau 6,56 persen dari kebuthan anggaran.

Sementara itu, uluran tangan swasta diharapkan bisa mencapai Rp435,4 triliun atau 93,43 persen. Dari angka tersebut, sebanyak Rp340,4 triliun akan disediakan melalui skema KPBU dan sisa Rp95 triliun akan disediakan swasta murni.

“Sehingga ini bisa meminimumkan APBN untuk pembangunan ibu kota baru, dan APBN digunakan untuk infrastruktur dasar dan beberapa gedung pemerintah, istana, DPR dan lembaga tinggi lainnya,” jelas dia.

Menurut dia, pemindahan ibu kota baru terbilang cukup penting untuk mendiversifikasi perekonomian Indonesia. Ini lantaran 57 persen dari Produk Domestik bruto (PDB) dan 150 juta dari total 260 juta penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa.

“Padahal, Jawa ini luasnya lebih kecil dibanding pulau lain. Sementara lokasinya hampir pasti di Kalimantan,” tutur dia.
Sekadar informasi, pembangunan ibu kota baru akan memakan waktu sekitar 5-10 tahun, di mana kondisi fisik kawasan ibu kota paling cepat rampung dalam waktu lima tahun.

Rinciannya, pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur dasar dilakukan pada 2020-2021. Kemudian, pembangunan fisik kawasan pemerintahan, seperti fasilitas utama dan penunjang dilakukan pada 2022-2024. Namun, bila pembangunan terpaksa ‘ngaret’, maka diharapkan pembangunannya tidak sampai melebihi 10 tahun.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News06 Oktober 2026 10:09
Honda Bikers Day 2026 Makassar Bakal Hadirkan Last Child dan Ridwan Sau
Honda Bikers Day (HBD) 2026 Regional Sulawesi siap digelar di Pantai Akkarena Makassar pada Sabtu (17/10/2026) mendatang....
News06 Oktober 2026 08:29
PLN Beri Pelatihan dan Pastikan Pekerja SUTT 150 kV Siap Bekerja di Ketinggian
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memastikan kesiapan pekerja proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Palu...
Nasional05 Oktober 2026 21:32
Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 meraih dua penghargaan dalam ajang Passenger Terminal Excellence Competition (P-TEC) 2026 yang diumumkan d...
Metropolitan05 Oktober 2026 21:20
Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta jajaran camat dan lurah tidak boleh lagi kegiatan serimoni, dan tak lagi...