Logo Sulselsatu

Pasca Pemilu 2019, Kota Makassar Kekurangan Blangko E-KTP

Asrul
Asrul

Sabtu, 29 Juni 2019 12:06

Kepala Dinas Disdukcapil Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady (Sulselsatu/Asrhawi Muin)
Kepala Dinas Disdukcapil Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady (Sulselsatu/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pasca Pemilu serentak 2019, beredar informasi bila stok blangko KTP elektronik (E-KTP) yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar mengalami kekurangan yang signifikan.

Kepala Dinas Disdukcapil Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady tidak menampik hal tersebut. Dia mengaku, pihaknya telah meminta penjelasan dari pihak Ditjen Dukcapil Kemendagri terkait hal ini.

“Kenapa pada saat pemilu banyak sekarang kurang, penjelasannya adalah, pada saat mereka menganggarkan pencetakan blangko E-KTP, mereka tidak memperhitungkan 5 hal,” ungkapnya, Sabtu (29/6/2019).

Baca Juga : KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi

Puspa, sapaanya, menyebutkan kelima hal tersebut adalah pemerintah pusat tidak memperhitungkan blangko KTP yang hilang, blangko rusak, blangko perubahan data, blangko masyarakat yang hendak mengubah domisili dan isi dari elemen datanya.

“Itu tidak diperhitungkan pemerintah pusat. Yang mereka hitung di dalam anggarannya untuk dicetak betul-betul pemiliki KTP baru. Dia lupa bahwa ada lima hal ini permintaan dari masyarakat,” jelasnya.

Puspa menyebutkan lagi bahwa dari hasil akumulasi pelayanan, Disdukcapil saat ini mampu melayani kurang lebih 500 antrian di mana sebanyak 50-55 persen antrian melakukan penggantian E-KTP rusak dan sebagainya sementara sisanya melakukan perekaman.

Baca Juga : Makassar Jadi Pintu Distribusi Pangan, Munafri Dukung Pengendalian Inflasi Sulampua

Yang paling terasa, sambung Puspa, adalah waktu menjelang pemilu di mana pihaknya tidak lagi menghitung antrian bahkan melayani hingga tidak ada hari libur. Hal itu dikarenakan membludaknya warga yang hendak melakukan perekaman E-KTP.

“Kami tetap melayani dan setiap hari kami layani di atas 800. Bahkan dua hari terakhir menjelang pemilu, kami sampai jam 10 malam melayani masyarakat. Jumlah KTP yang keluar lebih 2000 satu hari. Itu di Disdukcapil belum yang ada di PTSP. Kalau saya tidak salah sekitar 600-an,” jelasnya.

“Jadi, memang kelihatan antusias masyarakat untuk ikut memiliki E-KTP itu luar biasa. Kalau saat ini sudah mulai normal, mungkin karena masyarakat sudah dilayani pada saat menjelang pemilu,” tandasnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026

Penulis : Asrhawi Muin
Editor: Azis Kuba

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....