SULSELSATU.com – Sebanyak 100 personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau dikirim dengan tugas khusus untuk mengamankan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia di Papua.
Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo mengatakan ratusan personel Brimob Polda Riau tersebut akan bergabung dalam melakukan pengamanan bersama ratusan personel Brimob lainnya dari Polda Bali, Polda Sumatra Barat dan Polda Kalimantan Barat. Mereka semua tergabung dalam satuan tugas atau satgas Amole 2019.
“Berharap dengan kehadiran Satgas Amole Brimob Polda Riau nantinya dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan juga kelangsungan iklim produktifitas PT Freeport Indonesia,” kata Widodo seperti mengutip Antara, Kamis (18/7).
Baca Juga : Buat Bangga, Claus Putra Asli Papua Pertama Jadi Petinggi di Freeport
Widodo mengatakan personel Brimob tersebut akan bertugas selama empat bulan lamanya guna mengamankan aset dan operasional PT Freeport yang kini saham mayoritas telah dikuasai pemerintah Indonesia.
Sebelumnya, teror penembakan terjadi di area milik freeport, Timika, Papua pada Selasa (2/7/2019) lalu. Penembakan kelompok atau orang tak dikenal itu terjadi di kawasan ruas Jalan Mile 45, sekitar pukul 06.00 WIT. Penembakan diduga ditujukan kepada para pekerja Freeport yang melintas di kawasan tersebut.
Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi membenarkan adanya suara tembakan di kawasan Freeport tersebut. Tim gabungan TNI sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Namun Muhammad mengaku bahwa pelaku atau kelompok yang melakukan penyerangan gagal teridentifikasi karena sudah kabur dari lokasi. (CNN)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar