Logo Sulselsatu

Mulai Bulan Depan, Kebijakan Diskon Tiket Pesawat Dihapus

Asrul
Asrul

Jumat, 02 Agustus 2019 20:29

Ilustrasi. (int)
Ilustrasi. (int)

SULSELSATU.com, JAKARTADiskon tarif pesawat berbiaya murah (low cost carrier/LCC) pada jam dan hari tertentu alias happy hour bakal dihapus mulai bulan depan. Sebagai gantinya, akan diterapkan tarif baru yang tertuang dalam peraturan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi tersebut. Ia menyebut akan melakukan deregulasi besar-besaran.

“Nanti sebulan lagi kami akan memberlakukan tarif yang tidak lagi hari-hari tertentu,” katanya, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (2/8/2019).

Baca Juga : Pemerintah Tanggung 6% PPN Tiket Pesawat Ekonomi, Harga Diprediksi Turun 14%

Ia mengatakan kebijakan diskon tarif LCC yang berlaku saat ini tidak bersifat berkelanjutan (sustainable). Pasalnya, dikhawatirkan diskon justru akan memperburuk kondisi keuangan maskapai.

Di sisi lain, jika maskapai menuntut pemberian insentif dari pemerintah untuk penerapan diskon, ia juga samar hal tersebut bakal menimbulkan beban bagi pihak lain. Oleh sebab itu, pemerintah tengah mengupayakan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.

Sebelumnya, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pemberlakuan happy hour bukannya tanpa konsekuensi. Kerugian yang ditimbulkan akibat happy hour ditanggung enam pihak, yakni dua maskapai LCC, AP I, AP II, Pertamina selaku penyedia avtur, dan AirNav.

Baca Juga : Bersiap! Harga Tiket Pesawat Kembali Akan Naik, Pemerintah Restui Penambahan Biaya 15 Persen Bagi Maskapai

Namun, struktur tanggungan biaya kerugian berbeda-beda. Kerugian terbesar ditanggung oleh maskapai, mengingat lebih dari 50 persen dari struktur tarif berasal dari kegiatan operasional.

“Kalau pakai kompensasi lagi siapa yang mau kompensasi? Masa iya ambil sini taruh sana. Ya tidak sustainable (berkelanjutan), yang dicari sekarang adalah solusi yang sustainable, bisa terus menerus tanpa kemudian ada yang mengorbankan,” papar Darmin.

Solusi yang dimaksud Darmin adalah mencari celah efisiensi dari faktor internal maupun eksternal yang membebani maskapai. Namun, ia tidak merinci hal tersebut lantaran masih dalam perundingan pemerintah.

Baca Juga : Bersiap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik, Maskapai Kantongi Izin Kemenhub Imbas Kenaikan Harga Avtur

Akan tetapi, pemerintah sempat melemparkan wacana kebijakan paket perjalanan murah bagi masyarakat guna menekan harga tiket.

Pemerintah juga berencana membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa sewa pesawat yang datang dari luar negeri. Selain pembebasan PPN jasa sewa pesawat, pemerintah berjanji akan memberikan insentif fiskal bagi jasa sewa, perawatan, dan perbaikan pesawat udara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menghapus PPN atas impor pesawat udara dan suku cadangnya yang digunakan oleh badan usaha angkutan udara niaga nasional.

Baca Juga : Penumpang Garuda Indonesia Protes Soal Tiket yang Tidak Bisa Dipakai, Videonya Viral

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...
News03 Agustus 2026 18:21
PLN Dukung Kelestarian Ekosistem Pesisir Donggala Lewat Program Konservasi Penyu
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) beru...