Logo Sulselsatu

Bastian Lubis; Pembatalan SK Wali Kota Makassar Berpotensi Rugikan Negara Rp3,91 T

Asrul
Asrul

Jumat, 02 Agustus 2019 10:14

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto melantik 149 pejabat eselon II, eselon III, dan eselon IV lingkup Pemerintah Kota Makassar di Center Point of Indonesia (CPI), Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Jumat (14/12/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto melantik 149 pejabat eselon II, eselon III, dan eselon IV lingkup Pemerintah Kota Makassar di Center Point of Indonesia (CPI), Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Jumat (14/12/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pembatalan 39 SK Wali Kota Makassar terhadap 1.072 pejabat yang berujung pada pengembalian pejabat ke posisi semula dinilai menimbulkan banyak kerugian, termasuk berpotensi merugikan negara.

Pengamat Keuangan Negara Universitas Patriarta Bastian Lubis menyebut pembatalan SK periode 8 Juni 2018 – 7 Mei 2019 itu merupakan suatu tindakan yang fatal dan berdampak pada tidak sahnya keputusan-keputusan yang dibuat atau yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh para pejabat yang SK-nya dibatalkan.

“SK pengangkatan pejabat-pejabat eselon II, III dan IV secara ex-officio menjadi Pengguna Anggaran/Kuasa Anggaran, PPTK, Bendahara, tidak mempunyai dasar atau landasan hukum untuk mengeluarkan SP2D, verifikasi bukti-bukti pengeluaran, pelaporan pertanggungjawaban keuangan, sehingga kami menduga dana yang direalisasi atas persetujuan pejabat tersebut adalah tidak sah (ilegal) sebesar Rp. 3,93 triliun,” kata Bastian Lubis, dalam keterangan persnya, Jumat, (2/8/2019).

Baca Juga : Banyak Pejabat Pensiun, Jabatan Kabid dan Camat Pemkot Makassar Bakal Bergeser

Bastian pun menafsirkan jumlah Rp 3,91 triliun itu di mana pada periode 8 Juni – 31 Desember 2018 sebesar Rp. 2,61 triliun yang terdiri dari Rp 646 miliar belanja tidak langsung dan Rp 1,96 triliun belanja langsung. Sementara pada periode Januari – 26 Juli 2019 sebesar Rp 1,32 triliun yang terdiri dari Rp 636 miliar belanja tidak langsung dan Rp 684 miliar belanja langsung.

“Dampak yang lebih menjadikan kita miris para ASN yang SK-nya dibatalkan jabatanya karena keegoisan pimpinan yang merasa paling jago sendiri adalah pejabat-pejabat tersebut harus mengembalikan semua tunjangan jabatan yang diterima selama SK belum dibatalkan, dan harus disetor ke kas daerah sesuai dengan UU Nomor 30 tahun 2014 paragraf 2 : Akibat hukum keputusan dan/atau tindakan yang dibatalkan,” katanya.

Selain di bidang keuangan, kata dia, ketidaksahan juga terjadi bidang lainnya seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta pejabat kecamatan.

Baca Juga : Diparkir Jadi Staf Ahli, Jayadi Nas Isyaratkan Kembali ke Kampus Unhas

Keputusan yang dikeluarkan Disdik misalnya, pihaknya menduga ada puluhan ribu ijazah murid SD dan SMP yang tidak sah karena pejabat yang menandatanganinya tidak mempunyai lagi legal standing (wewenang) sebab kepala sekolahnya dianulir atau dibatalkan SK-nya. Begitupun dengan Disdukcapil seperti Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, penerbitan kartu indentitas anak, dan lainnya tidak bisa dipergunakan lantaran tidak sah.

Dia pun sangat menyayangkan hal ini mengingat Pemkot Makassar baru saja mendapatkan Parasamnya Purna Karya Nugraha yang merupakan sebuah penghargaan tertinggi dan hanya 4 pemerintah daerah saja yang terpilih. Akan tetapi bukan tidak mungkin hal seperti itu akan terjadi lagi.

Maka dari itu, Bastian menyarankan agar ASN yang dibatalkan SK-nya bisa memperjuangkan nasibnya sendiri lewat pengadilan TUN agar kepastian hukumnya lebih jelas.

Baca Juga : Prof Jufri Bakal Digeser dari Jabatan Kadisdik Sulsel, Ini Kata Rektor UNM

“Karena sebenarnya tindakan membatalkan SK yang dilakukan saat ini adalah tidak tepat bahkan merugikan ASN dan tentunya harus diuji kebenarannya melalui pengadilan Tata Usaha Negara. Kami menduga pasti kebenaran berpihak kepada pejabat yang telah dinon jobkan,” tegasnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendrab Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel24 Agustus 2026 12:15
Asmo Sulsel Touring Merah Putih Bersama Dealer dan Finance Company di Pinrang
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) sebagai main dealer sepeda motor Honda bersama jaringan dealer di Kabupaten Pinrang dan sejumlah rekanan fi...
News23 Agustus 2026 20:39
PT Vale dan Pemkab Kolaka Perbaiki 6 Rumah, Beri Hunian Layak dan Akses Kesehatan Warga
PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Kodim 1412/Kolaka memperbaiki enam rumah warga di Kecamatan Baula....
News23 Agustus 2026 17:33
PT Bumi Karsa Tingkatkan Kompetensi BIM untuk Dorong Transformasi Digital Konstruksi
PT Bumi Karsa memperkuat transformasi digital di sektor konstruksi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia....
Nasional23 Agustus 2026 15:51
Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum
BRI memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun tiga posko logistik dan satu ...