Logo Sulselsatu

Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban di Makassar Siap Diterjunkan

Asrul
Asrul

Sabtu, 03 Agustus 2019 10:00

Tim pemeriksa hewan memeriksa kelaikan hewan kurban Polres Jeneponto, Selasa (21/8/2018). (Sulselsatu/Dedi)
Tim pemeriksa hewan memeriksa kelaikan hewan kurban Polres Jeneponto, Selasa (21/8/2018). (Sulselsatu/Dedi)
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim pemeriksa kesehatan hewan kurban sudah siap diterjunkan pasca diluncurkan secara resmi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Lapangan Karebosi, Jumat (2/8/2019).
Mereka berasal dari Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makasar, peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Fakultas Kedokteran, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
“Sebanyak 20 orang dari PDHI dan dari dinas sendiri (DP2) 47 orang, dari mahasiswa fakultas kedokteran Unhas sebanyak 58 orang,” kata Pelaksana Harian Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Sumarni.
Dia menjelaskan, tujuan dari diterjunkannya tim ini untuk melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat penjualan hewan. Hewan kurban yang belum disembelih akan diperiksa terlebih dahulu. Setelahnya akan dilakukan pula pemeriksaan secara antemortem kemudian postmortem.
“Yang kita harus lakukan sebelum hewan itu disembelih adalah kita memeriksa apakah layak secara kesehatan, fisiknya, juga syariatnya. Kita akan perhatikan karena kami sudah dibekali dan sudah diajarkan tentang hal-hal tersebut,” kata Sumarni.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DP2 Kota Makassar, Bagus menyebutkan, tim tersebut akan dibagi menjadi lima wilayah kerja dengan mengakomodir 14 kecamatan di Kota Makassar.
“Sabtu, kita sudah mulai jalan. kita antemortem mulai besok sampai tanggal 10, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Kemudian di hari H Idul Adha sampai dengan hari Tasyrik, H+2 kami masih jalan itu pemeriksaan postmortem,” kata Bagus.
Bagus menyebutkan, pada pemeriksaan antemortem tahun lalu, tim menemukan adanya sapi yang bermata katarak, kaki pincang, telinga robek, sehingga tidak layak untuk hewan kurban. Sedangkan pemeriksaan postmortem, tim mendapati adanya kasus cacing hati.
“Yang harus kita waspadai adalah terjadinya penyakit antraks tapi Alhamdulillah sampai dengan tahun lalu kita tidak temukan penyakit serius dan membahayakan itu,” ujarnya.
Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...
Makassar25 September 2026 18:45
Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Teman Piknik Keluarga di Makassar
Puluhan keluarga pengguna Yamaha GEAR ULTIMA berkumpul piknik bersama dalam acara ULTIMA FAMILY PICNIC di Makassar...
News25 September 2026 16:58
BPN Sultra Terbitkan SK Hak 47 Persil GITET 275 kV Kendari
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara menerbitkan Surat Keputusan (SK) Hak untuk 47 persil lahan Gardu Induk Tegan...