Perdana, Bandara Ini Larang Penjualan Botol Plastik

Air Botol Kemasan

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bandara Internasional San Fransisco mulai menerapkan larangan penjualan botol plastik sekali pakai. Pengelola bandara mewajibkan penumpang untuk membeli botol isi ulang atau menyiapkan botol sendiri. 

Mengutip AFP, aturan ini akan mulai berlaku pada 20 Agustus 2019 mendatang. Keputusan ini diambil sebagai upaya dari rencana lima tahun Amerika Serikat (AS) untuk memangkas limbah dari pengolahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

“Kami bandara pertama yang menerapkan perubahan ini. Kami ingin berada di ujung tombak industri ini, kami ingin mendorong inisiatif berkelanjutan,” kata Juru Bicara Bandara San Fransisco Doug Yakel. 

Ia menerangkan bahwa larangan ini akan berlaku bagi seluruh restoran dan mesin penjual otomatis. Namun, tidak bagi maskapai yang menggunakan jasa bandara.

Saat ini, pihak bandara sudah menyediakan air gratis di 100 stasiun hidrasi. Dengan demikian, penumpang bisa mengisi botol isi ulangnya dengan air tersebut. Sebelumnya, bandara di Dubai dan India telah mengumumkan larangan botol plastik. Namun, kebijakan itu belum sepenuhnya diterapkan. 

Diketahui, produksi plastik global semakin berkembang pesat beberapa waktu terakhir. Sejauh ini jumlahnya mencapai lebih dari 400 juta ton per tahun. Barang sekali pakai sendiri menyumbang sekitar 70 persen dari sampah plastik yang mengotori kawasan sekitar laut.

Setiap tahunnya, satu juta burung dan ratusan ribu hewan mamalia laut di seluruh dunia terluka dan mati karena menelan sampah plastik melalui rantai makanan. Oleh karena itu, Kanada dan Uni Eropa menjadi negara juga telah berkomitmen untuk melarang plastik sekali pakai mulai 2021 mendatang. 

Editor: Awang Darmawan