Logo Sulselsatu

Mbah Moen Wafat, Langit di Makkah Berubah Jadi Mendung

Asrul
Asrul

Selasa, 06 Agustus 2019 13:59

KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. (INT)
KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Jenazah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimun Zubair atau Mbah Moen akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi. Kementerian Agama (Kemenag) menyebut dalam prosesi pemandian jenazah di Rumah Sakit (RS) An-Noer, para santri melantunkan tahlil saat menanti jenazah Mbah Moen.

Baca Juga : Kemenag Benarkan Arab Saudi Gelar Ibadah Umrah di Agustus 2021

Sponsored by MGID

“Langit mendung Kota Makkah seakan gambarkan duka Menag @lukmansaifuddin beserta para santri Kyai Haji Maimun Zubair yang sedang menanti pengurusan jenazah almarhum di halaman RS An Noer pagi ini,” ungkap akun Twitter resemi Kemenag, Selasa (6/8/2019).

“Lantunan tahlil menggema mengiringi dibawanya jenazah Almarhum Mbah Maemon (Allahu yarhamuhu) dari RS An-Noer Makkah untuk dimandikan,” imbuh Kemenag.

Baca Juga : Menag Terbitkan Aturan Penerapan Prokes dan Giat Keagamaan di Wilayah PPKM

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun memastikan bahwa Mbah Moen akan dimakamkan di Makkah.

“Jenazah Kyai Haji Maimun Zubair rencananya akan disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia Kota Makkah, sebelum kemudian akan dimakamkan di kota kelahiran nabi ini,” dikutip dari akun Kemenag.

Menag pun mengimbau agar umat Islam Indonesia untuk melakukan salat ghaib bagi mendiang Mbah Moen.

Baca Juga : Danny Akan Kirim Surat ke Menag Minta Izin Sholat Idul Adha

Sepanjang hidupnya, Mbah Moen dikenal sebagai seorang alim, ahli fikih, sekaligus penggerak baik di lingkungan organisasi keagamaan maupun di kehidupan politik.

Mbah Moen pernah berpesan bahwa dakwah selayaknya dilakukan secara damai, tak perlu keras dan galak. Menurutnya, kondisi hari ini berbeda dengan zaman perang di era sebelum kemerdekaan.

Mbah Moen lahir di Rembang pada 28 oktober 1928. Dia merupakan pimpinan pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Baca Juga : Danny Akan Kirim Surat ke Menag Minta Izin Sholat Idul Adha

Mbah Moen merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Ayahnya merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Basis pendidikan agama Mbah Moen sangat kuat dipengaruhi dari orang tuanya. Dia meneruskan pendidikan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, Mbah Moen juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Mbah Moen meninggal dunia di Makkah pada usia 90 tahun.

Baca Juga : Danny Akan Kirim Surat ke Menag Minta Izin Sholat Idul Adha

Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama28 Oktober 2021 01:33
Wali Kota Danny Jadi Tim Penguji di Munas IAI
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) hadir dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ...
Berita Utama28 Oktober 2021 00:09
Kebakaran di Allu Tarowang Jeneponto, Bocah 8 Tahun Tewas Terbakar
SULSELSATU.com, Jeneponto – Kebakaran rumah kembali terjadi di Jeneponto. Kali ini rumah panggung milik Satturia dg Sangka (55) di Dusun Likusar...
Video27 Oktober 2021 23:20
VIDEO: Nekat, Maling Ini Ketahuan Saat Bobol Mesin ATM di Markas TNI
SULSELSATU.com – Seorang pria kedapatan saat membobol mesin ATM di markas TNI viral di media sosial. Dalam video terlihat pria itu berada di dal...
Sponsored by MGID
Berita Utama27 Oktober 2021 20:46
Bupati Iksan Sebut, Puskesmas di Jeneponto “Cantik” Karena Aliyah Mustika
SULSELSATU.com, Jeneponto – Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar memberi apresiasi kepada anggota DPR RI, Aliyah Mustika atas kontribusi dan perhati...