Logo Sulselsatu

Mbah Moen Wafat, Langit di Makkah Berubah Jadi Mendung

Asrul
Asrul

Selasa, 06 Agustus 2019 13:59

KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. (INT)
KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Jenazah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimun Zubair atau Mbah Moen akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi. Kementerian Agama (Kemenag) menyebut dalam prosesi pemandian jenazah di Rumah Sakit (RS) An-Noer, para santri melantunkan tahlil saat menanti jenazah Mbah Moen.

Baca Juga : Proaktif Dalam Pelayanan Haji, BRI Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2025

“Langit mendung Kota Makkah seakan gambarkan duka Menag @lukmansaifuddin beserta para santri Kyai Haji Maimun Zubair yang sedang menanti pengurusan jenazah almarhum di halaman RS An Noer pagi ini,” ungkap akun Twitter resemi Kemenag, Selasa (6/8/2019).

“Lantunan tahlil menggema mengiringi dibawanya jenazah Almarhum Mbah Maemon (Allahu yarhamuhu) dari RS An-Noer Makkah untuk dimandikan,” imbuh Kemenag.

Baca Juga : Ketua DPRD Luwu Timur Kunjungan Kerja ke Kemenag dan Kemenaker RI Bahas Hak Penyandang Disabilitas

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun memastikan bahwa Mbah Moen akan dimakamkan di Makkah.

“Jenazah Kyai Haji Maimun Zubair rencananya akan disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia Kota Makkah, sebelum kemudian akan dimakamkan di kota kelahiran nabi ini,” dikutip dari akun Kemenag.

Menag pun mengimbau agar umat Islam Indonesia untuk melakukan salat ghaib bagi mendiang Mbah Moen.

Baca Juga : Jangan Asal Memilih Teman Perjalanan Umrah, Paham Adalah Kunci Utama

Sepanjang hidupnya, Mbah Moen dikenal sebagai seorang alim, ahli fikih, sekaligus penggerak baik di lingkungan organisasi keagamaan maupun di kehidupan politik.

Mbah Moen pernah berpesan bahwa dakwah selayaknya dilakukan secara damai, tak perlu keras dan galak. Menurutnya, kondisi hari ini berbeda dengan zaman perang di era sebelum kemerdekaan.

Mbah Moen lahir di Rembang pada 28 oktober 1928. Dia merupakan pimpinan pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Baca Juga : Hadiri Zikir dan Doa Bersama, Bupati Apresiasi Kinerja Kemenag Barru

Mbah Moen merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Ayahnya merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Basis pendidikan agama Mbah Moen sangat kuat dipengaruhi dari orang tuanya. Dia meneruskan pendidikan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, Mbah Moen juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Mbah Moen meninggal dunia di Makkah pada usia 90 tahun.

Baca Juga : Kemenag Benarkan Arab Saudi Gelar Ibadah Umrah di Agustus 2021

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan02 Mei 2026 11:00
Mubes IKA Unhas Resmi Dimulai, Ramli Rahim: Mayoritas Dukung Amran Sulaiman Kembali Jadi Ketum
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton ...
News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....
Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...