Logo Sulselsatu

PBNU: Wafatnya Mbah Moen Kehilangan Bagi Seluruh Umat Manusia

Asrul
Asrul

Rabu, 07 Agustus 2019 09:13

KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. (INT)
KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ulama sepuh Nahdlatul Ulama, KH Maimun Zubair alias Mbah Moen meninggal di Makkah, Selasa (6/8/2019). Almarhum menghembuskan nafas terakhir saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf menyatakan wafatnya Mustasyar PBNU itu membuat banyak orang merasa kehilangan. Dia mengenang pesan Mbah Moen semasa hidupnya.

Menurutnya, Mbah Moen tak henti mendoakan keselamatan dan kemaslahatan seluruh umat manusia.

Baca Juga : Sejak Era SBY, PBNU Tegas Tolak Investasi Miras

“Wafatnya Kiai Haji Maimun Zubair bukan hanya kehilangan bagi NU saja, bukan bagi Indonesia saja, tapi kehilangan bagi seluruh umat manusia,” ujar Yahya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8/2019).

Sponsored by MGID

Lebih lanjut, Yahya menceritakan pengalamannya mengajak seorang teman untuk bertemu dengan Mbah Moen pada awal 2018. Dia adalah warga negara Amerika Serikat yang berprofesi sebagai dokter dan aktivis kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, WN AS yang enggan disebut namanya dan memiliki pengaruh politik internasional yang luas, kala itu mendapat petuah dari Mbah Moen.

Baca Juga : Ketum PBNU Sebut Kapolri Listyo Sigit Dekat dengan Ulama

“Di antara yang dipesankan oleh Kiai Maimun waktu itu adalah ‘Kita semua ini, seluruh umat manusia, adalah saudara. Sama-sama keturunan Nuh alaihissalaam’,” ujarnya menirukan ucapan Mbah Moen.

“Maka, yang terpenting adalah bagaimana agar Bangsa Indonesia ini bisa memberi teladan kepada dunia tentang kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya mengingat pesan itu.

Terkait dengan pesan Mbah Moen itu, Yahya mengatakan rekannya itu langsung meyakini bahwa Indonesia merupakan jawaban dari kemelut peradaban dunia.

Baca Juga : PBNU Kritik Kemenag RI yang Tak Cerdas dalam Penanganan Ibadah Haji

“Ketika meninggalkan kediaman Kiai Maimun sesudah itu, teman saya dari California itu mengatakan ‘Sekarang keyakinan saya mutlak bahwa di Indonesia ini ada jawaban bagi kemelut peradaban dunia dewasa ini’,” ujar Yahya menirukan ucapan temannya tersebut.

Mbah Moen meninggal di usia 90. Pria kelahiran Rembang, 28 Oktober 1928, itu adalah putra Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Ayahnya merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Mbah Moen mempelajari ilmu agama di sejumlah wilayah, baik di dalam maupun luar negeri. Sepanjang hidupnya, Mbah Moen juga menulis kitab-kitab yang menjadi rujukan santri. Di antaranya, kitab berjudul al-Ulama al-Mujaddidun.

Baca Juga : PBNU Kritik Kemenag RI yang Tak Cerdas dalam Penanganan Ibadah Haji

Selain dikenal dalam urusan agama, Mbah Moen juga disegani di bidang politik. Dia merupakah Ketua Majelis Syariah PPP. Mbah Moen juga sempat diperebutkan oleh dua kubu yang bertarung di Pilpres 2019, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama28 Oktober 2021 01:33
Wali Kota Danny Jadi Tim Penguji di Munas IAI
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) hadir dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ...
Berita Utama28 Oktober 2021 00:09
Kebakaran di Allu Tarowang Jeneponto, Bocah 8 Tahun Tewas Terbakar
SULSELSATU.com, Jeneponto – Kebakaran rumah kembali terjadi di Jeneponto. Kali ini rumah panggung milik Satturia dg Sangka (55) di Dusun Likusar...
Video27 Oktober 2021 23:20
VIDEO: Nekat, Maling Ini Ketahuan Saat Bobol Mesin ATM di Markas TNI
SULSELSATU.com – Seorang pria kedapatan saat membobol mesin ATM di markas TNI viral di media sosial. Dalam video terlihat pria itu berada di dal...
Sponsored by MGID
Berita Utama27 Oktober 2021 20:46
Bupati Iksan Sebut, Puskesmas di Jeneponto “Cantik” Karena Aliyah Mustika
SULSELSATU.com, Jeneponto – Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar memberi apresiasi kepada anggota DPR RI, Aliyah Mustika atas kontribusi dan perhati...