SULSELSATU.com, JAKARTA – Topan Lekima menerjang wilayah timur China akhir pekan lalu. Total sudah 49 orang sementara 21 lainnya masih dinyatakan hilang.
Kantor berita Xinhua melaporkan korban tewas terbanyak berada di Provinsi Zhejiang hingga mencapai 39 orang. Sementara itu, 10 korban tewas lainnya tersebar Provinsi Shandong dan Anhui.
Angin dengan kecepatan 187 kilometer per jam itu menerjang tiga provinsi yakni Zhejiang, Shandong, dan Anhui hingga membuat lebih dari satu juta warga mengungsi.
Cuplikan laporan stasiun televisi negara, CCTV, menunjukkan sebagian besar ladang dan jalanan terendam air. Puing-pung bangunan dan reruntuhan pohon bertebaran di sejumlah jalanan lainnya.
Selain merusak bangunan, Topan Lekima juga memicu longsor di Zhejiang pada Sabtu pekan lalu. Di wilayah itu, Topan Lekima bergerak hampir 190 kilometer per jam.
Angin berkecepatan tinggi juga memicu gelombang tinggi di sepanjang garis pantai provinsi itu.
Kantor berita Xinhua melaporkan Topan Lekima juga memicu curah hujan di Shandong meningkat dan menjadi yang terlebat sejak 1952 lalu.
Dilansir Reuters, otoritas China memaparkan kerugian ekonomi yang disebabkan Topan Lekima mencapai 26 miliar yuan atau Rp52,5 triliun.
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar