Logo Sulselsatu

Drama Kolosal Perjuangan Ditampilkan Usai Pengibaran Bendera HUT ke-74 RI di Maros

Asrul
Asrul

Sabtu, 17 Agustus 2019 15:30

Drama Kolosal yang ditampilkan usai pengibaran bendera merah putih di Lapangan Pallantikang Maros. (Sulselsatu/Indra Sadli Pratama).
Drama Kolosal yang ditampilkan usai pengibaran bendera merah putih di Lapangan Pallantikang Maros. (Sulselsatu/Indra Sadli Pratama).

SULSELSATU.com, MAROS – Drama Kolosal yang mengangkat perjuangan rakyat Maros melawan penjajah, ditampilkan dalam peringatan HUT ke-74 RI.

Pemkab Maros bekerja sama dengan Kodim 1422 menampilkan drama teatrikal tersebut seusai upacara pengibaran bendera, di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, 17 Agustus 2019.

Sutradara, Husni Siame mengatakan, drama ini diperankan pelajar Maros dari berbagai sekolah dan sudah tahun kelima dilaksanakan dan selalu mengangkat tema Perjuangan Rakyat Butta Salewangang terhadap Penjajah.

“Untuk drama kali ini, mengangkat tema Perjuangan Kerajaan Bontoa dalam melawan penjajah di Masa Raja Bontoa XIII, I Bambo Dg Matekko (Petta Tekko),” katanya.

Dalam acara yang dilaksanakan Pemkab Maros melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) ini juga didukung Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Maros, Dinas Pendidikan Prov Sulsel, Dinas Pendidikan Maros, Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati (PSHT) Maros, dan Radio Maros FM.

Sementara Kabid Pengembangan Nilai-Nilai Kesatuan Bangsa, Badan Kesbangpol Maros, Murniati mengatakan drama teatrikal tersebut disaksikan antusias peserta upacara dan masyarakat umum bahkan ada yang meneteskan air mata karena larut dalam cerita yang disajikan.

“Para pemeran mulai dari SD, SMP dan SMA di Maros. Mereka latihan dan persiapan sekitar 10 hari lalu dengan melibatkan sekitar 200 pelajar,” ujar Murniati.

Ia berharap, dari kisah tokoh-tokoh sejarah di Maros, bisa menjadi contoh kegigihan pemuda saat ini dalam mengisi kemerdekaan yang di tebus air mata, darah dan keringat para pejuang terdahulu.

Dalam pementasan itu juga disajikan atraksi Mangngaru’, Puisi dan atraksi Sitobo Lalang Lipa atau Saling Tikam Dalam Sarung yang menjadi salah satu tradisi yang dianggap menjadi pemecah masalah bagi laki-laki Bugis Makassar dalam menyelesaikan sebuah perselisihan.

Penulis: Indra Sadli Pratama
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama14 September 2026 22:49
Mulai 15 September, Pengisian BBM di Jeneponto Berlaku Sistem Plat Ganjil-Genap
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Jeneponto mulai Selasa, 15 September 2026, akan menerap...
News14 September 2026 20:48
Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat standar keamanan fasilitas pelabuhan di wilayah kerja Regional 4 melalui pelatihan kompetensi...
Video14 September 2026 19:57
VIDEO: Polisi Berhasil Sita 18.905 liter BBM Subsidi dari 17 Tersangka di Sulsel
SULSELSATU.com – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menyita 18,9 kiloliter (KL) bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari 17 tersangka dalam 10 kasu...
Makassar14 September 2026 16:51
Kapolda Sulsel Bantah Kecolongan Passobis Sidrap: Penangkapan Polda Jabar Hasil Kerja Sama
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro membantah pihaknya kecolongan terkait kasus penangk...