Logo Sulselsatu

30 Hektar Sawah di Lembang Gogoso Sinjai Terancam Gagal Panen

Asrul
Asrul

Senin, 19 Agustus 2019 10:58

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, SINJAI – Sekitar 30 hektar sawah tanaman padi milik warga Lembang Gogoso, Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Akibat kondisi ini, petani terancam merugi hingga miliaran rupiah.

Hal ini terungkap setelah Satgas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai yang dipimpin langsung Kepala BPBD Sinjai Budiaman melakukan pemantauan dan pendataan potensi dampak kemarau di Kabupaten Sinjai, Minggu (18/8/2019).

Budiaman mengatakan, selain menyaksikan langsung kondisi padi para petani, pihaknya juga memantau tingkat ketersediaan air bersih di sekitar pemukiman warga.

Baca Juga : Terang yang Dinanti, Perjuangan Ismail Bachtiar Menjawab Aspirasi dari Pegunungan Sinjai

“Saat berada di areal persawahan, beberapa petani justru mengajak tim ini untuk melihat kondisi padinya pada beberapa petak sawah lainnya yang menurutnya masih berpotensi untuk diselamatkan dari kekeringan selama irigasi Balang Riri yang ada di sekitarnya dapat difungsikan secara maksimal,” katanya.

Menjawab hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Minasae I Lembang Gogoso, Ridwan bersama beberapa anggota kelompok tani lainnya memilih untuk bergotong royong dengan membiayai sendiri dengan perbaikan irigasi sebagai satu-satunya harapan untuk menekan angka kerugian yang lebih besar bagi petani akibat kemarau.

“Jika potensi sumber air yang tersedia di sekitar lokasi tidak dapat dimaksimalkan dalam waktu singkat ini, baik itu yang bersumber dari irigasi maupun dengan pembuatan sumur bor, maka kerugian yang saat ini sudah mencapai 30 sampai dengan 40 hektar, hampir dapat dipastikan akan mencapai ratusan hektar,” kata Ridwan.

Baca Juga : Hamka Gani Ajak Warga Kampala Bersatu Majukan Desa

Semua upaya yang bisa dilakukan secara bersama dengan para petani yang ada di sini, lanjut Ridwan, telah dioptimalkan tetapi pihaknya belum mendapat hasil yang maksimal. Ia pun berharap agar segera ada langkah-langkah kongkret dari intansi terkait, baik yang menangani masalah irigasi maupun yang berkompeten untuk membantu pembuatan sumur bor.

“Kalau hal ini bisa dilakukan, maka kerugian serupa bagi petani pada tahun-tahun mendatang dapat diminimalisir, sehingga harapan kami bukan hanya karena kondisi hari ini, tetapi juga untuk jangka panjang,” ujar Ridwan.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....
Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...