Logo Sulselsatu

Demo Dukung Papua, 47 Mahasiswa di Tomor Leste Diamankan Petugas

Asrul
Asrul

Jumat, 23 Agustus 2019 18:57

Unjuk rasa di Manokwari. (VOAIndonesia)
Unjuk rasa di Manokwari. (VOAIndonesia)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Aparat kepolisian di Timor Leste mengamankan 47 mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Progresif (KEP) setelah berunjuk rasa mendukung Papua untuk merdeka. Unjuk rasa itu dilakukan pada Kamis (22/8/2019).

Sekretaris Jenderal KEP, Adriano da Costa Freitas mengatakan, bahwa kepolisian menahan puluhan mahasiswa itu setelah mereka menggelar konferensi pers pernyataan dukungan di Universitas Nasional Timor Lorosae (UNTL).

Sekitar 100 mahasiswa yang ikut serta kemudian menggelar long march. Rencananya, mereka akan berjalan menuju gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia, kemudian Kedubes Amerika Serikat.

“Namun, belum sampai KBRI, polisi menahan 47 orang dari sekitar 100 orang yang ikut,” ujar Adriano dikutip dari laman CNNIndonesia, Jumat (23/8/2019).

Adrian mengatakan bahwa penangkapan itu terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Mereka kemudian diinterogasi dan dibebaskan pukul 16.00.

Menurut Adrian, kepolisian sebenarnya memang melarang aktivitas berbau politik apa pun di tengah persiapan menjelang peringatan referendum kemerdekaan Timor Timur dari Indonesia pada 30 Agustus mendatang.

“Di sini memang sedang melakukan sterilisasi. Semua aktivitas dilarang, tapi kami tetap ingin turun ke jalan. Aksi yang kami lakukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap bangsa Papua,” tutur Adrian.

Dari video yang diterima, para mahasiswa terlihat menggelar konferensi pers di atas meja yang beralaskan bendera bintang kejora.

Di awal pernyataannya, perwakilan KEP menyatakan bahwa mereka mengutuk insiden rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang pekan lalu yang memicu aksi demonstrasi di Manokwari dan Sorong.

“Kami mengutuk tindakan represif dan rasis aparat TNI-Polri dan ormas sipil reaksioner terhadap mahasiswa-mahasiswi Papua dengan sebutan kata monyet,” kata seorang perwakilan KEP.

Mereka juga menuntut agar pemerintah Indonesia menarik militer dari tanah Papua. Selain itu, para anggota KEP juga mendesak agar Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa agar segera berkunjung ke Papua.

“Hentikan rasisme terhadap bangsa Papua. Segera bebaskan bangsa monyet dari tanah mereka,” katanya.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News16 September 2026 17:11
PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi
PT Vale Indonesia Tbk mengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dengan inovasi rendah karbon untuk mendukung ketahanan ener...
Bisnis16 September 2026 16:32
Laba Bersih PJM Grup Tumbuh 69 Persen hingga Agustus 2026
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mencatat pertumbuhan positif pada kinerja keuangan periode Januari–Agustus 2026....
Metropolitan16 September 2026 15:43
Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Kerja Presiden Republ...
News16 September 2026 11:44
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding 40 Karyawan Jordan Bakery di Gowa
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar edukasi keselamatan berkendara atau safety riding bagi sekitar 40 karyawan Pabrik Roti Jordan Bak...