SULSELSATU.com, MAROS – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan yang membidangi sektor pendidikan, Andi Muhammad Irfan AB, meminta konflik yang terjadi di lingkungan Pesantren Darul Istiqamah tidak berdampak terhadap aktivitas pendidikan dan proses belajar mengajar.
Irfan menegaskan, keberlangsungan pendidikan serta kepentingan peserta didik harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut.
Menurutnya, lingkungan Pesantren Darul Istiqamah menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Karena itu, kondisi yang aman dan kondusif sangat dibutuhkan agar siswa maupun santri tetap dapat mengikuti proses pembelajaran dengan tenang.
Baca Juga : Supriadi Arif Minta Durasi Pemadaman Dipangkas, Jangan Sampai Empat Jam
“Saya sebagai anggota DPRD Komisi E bidang pendidikan berharap konflik yang terjadi di pesantren tidak mengorbankan pendidikan anak-anak kita, baik yang sekolah di level PAUD, SD, SMP maupun SMA,” ujar Irfan AB, Kamis (9/9/2026).
Ia meminta seluruh pihak yang berselisih dapat menahan diri dan tidak membawa persoalan yang terjadi ke dalam aktivitas pendidikan.
Menurutnya, perbedaan pandangan maupun konflik antarpihak semestinya diselesaikan melalui dialog, musyawarah atau mekanisme hukum yang berlaku tanpa melibatkan peserta didik.
Baca Juga : Muhammad Sadar Minta PLN Libatkan Industri Besar Kurangi Beban Listrik Saat Krisis Pasokan
“Apa pun persoalan yang sedang terjadi, kami berharap aktivitas pendidikan tetap berjalan dengan baik. Jangan sampai anak-anak yang sedang menuntut ilmu ikut merasakan dampak dari konflik tersebut,” katanya.
Irfan juga mengingatkan agar tidak terjadi tindakan yang dapat memperkeruh suasana, seperti saling melontarkan ujaran kebencian, kata-kata kasar maupun tindakan fisik.
Ia menilai lingkungan pesantren dan sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter bagi generasi muda.
Baca Juga : DPRD Sulsel Desak PLN Benahi Sistem Kelistrikan, Pemadaman Bergilir Ditargetkan Normal November
“Jangan sampai ada ujaran kebencian, kata-kata kotor atau tidak pantas, terlebih aktivitas fisik yang mengarah pada kekerasan. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan sejuk serta memberikan keteladanan kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Irfan berharap pemerintah dan instansi terkait ikut memastikan kegiatan belajar mengajar di seluruh jenjang pendidikan yang berada di lingkungan Pesantren Darul Istiqamah tetap berlangsung normal.
Ia juga meminta hak siswa dan santri untuk mendapatkan pendidikan tidak terganggu oleh persoalan yang terjadi di luar kepentingan mereka.
Baca Juga : DPRD Sulsel Temui Pertamina Bahas Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg
“Konflik orang dewasa jangan sampai mengorbankan ketenangan dan hak pendidikan anak-anak. Mari kita jaga Darul Istiqamah sebagai tempat pendidikan dan pembinaan generasi,” ujarnya.
Irfan menambahkan, penyelesaian konflik sebaiknya dilakukan dengan kepala dingin, saling menghormati dan tetap mengedepankan ketentuan yang berlaku.
“Persoalan yang ada kita selesaikan dengan kepala dingin dan sesuai aturan. Yang paling penting, pendidikan anak-anak tetap berjalan,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar