Logo Sulselsatu

GAMKI Polisikan Ustaz Yahya Waloni Soal Ujaran Kebencian

Asrul
Asrul

Rabu, 28 Agustus 2019 15:39

Ustaz Muhammad Yahya Waloni. (Int)
Ustaz Muhammad Yahya Waloni. (Int)

SULSELSATU.com, MANADOUstaz Yahya Waloni dilaporkan terkait kasus ujaran kebencian oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Manado.

Yahya Waloni dilaporkan di Polda Sulawesi Utara pada Selasa (27/8/2019). Laporan Yahya tertuang dengan nomor surat STTLP/589.a/VIII/2019/SPKT.

GAMKI menyoal video viral Ustaz Yahya Waloni di YouTube yang dinilai sudah meresahkan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Sulawesi Utara.

Baca Juga : Diduga Aniaya Perawat, PPNI Polisikan Wabup Aceh Timur

“Atas dasar pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kami kemudian melaporkan Yahya Waloni karena diduga menyampaikan ujaran kebencian yang meresahkan,” kata Ketua DPC GAMKI Manado, Fransiscus Enoch, usai melapor di Polda Sulut, Selasa (27/8/2019) seperti dilansir dari Kumparan.

Enoch mengatakan, pelaporan ini pun telah dikonsultasikan ke DPP GAMKI. Adapun kata Enoch, pelaporan ini bertujuan untuk meredam dan menyelesaikan polemik ceramah yang viral di YouTube tersebut, di mana GAMKI ingin kepolisian menyelesaikan hal ini sesuai prosedur hukum yang ada.

Enoch bercerita, alasan GAMKI melaporkan Ustaz Yahya Waloni ini, lantaran di setiap tayangan video YouTube-nya, selalu menyebutkan berasal dari Manado, yang akhirnya memicu keresahan warga di Manado dan Sulawesi Utara secara umum.

Baca Juga : Jubir KPK, Ketua YLBHI hingga Koordinator ICW Dipolisikan Soal Kasus Hoaks

“GAMKI sendiri mengikuti jalur hukum yang ada. Jadi, semuanya kami serahkan ke aparat hukum. Kita tunggu pihak hukum bekerja,” kata Enoch.

Enoch meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi yang justru akan merugikan banyak pihak, dan juga kerukunan serta keberagaman di Indonesia yang begitu baik.

“Kami meminta pihak bersangkutan untuk memiliki iktikad baik dengan memberikan klarifikasi. Kita sebagai sesama warga negara, memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga dan melindungi, bukannya justru menyebarkan hasutan dan kebencian. Mari kita hargai setiap perbedaan di tengah masyarakat kita yang majemuk,” kata Enoch.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video24 Juni 2026 22:03
VIDEO: Prabowo Klaim Tahu Pihak yang Membiayai Demonstrasi
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyinggung maraknya aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah saat menghadiri Puncak Pekan Na...
News24 Juni 2026 20:23
PT Vale Latih 35 Pemuda Luwu Timur Jadi Operator Alat Berat Bersertifikat
PT Vale Indonesia Tbk menggelar Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat bagi 35 angkatan kerja lokal dari Kecamatan Nuha, Towuti,...
Video24 Juni 2026 19:01
VIDEO: Relawan dan Petugas SPPG di Makassar Demo Dukung Program MBG Dilanjutkan
SULSELSATU.com – Sejumlah relawan dan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi demonstrasi. Aksi tersebut mendukung keberlanjut...
Makassar24 Juni 2026 16:24
Wali Kota Makassar Promosikan Stadion Untia ke 28 Negara, Bidik Investasi Sport Tourism
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk memperkenalkan sekal...