Logo Sulselsatu

Rasisme Bentuk Perilaku Kolonial

Asrul
Asrul

Sabtu, 31 Agustus 2019 20:58

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komunitas Kajian Filsafat dan Ilmu Humaniora Pojok Bunker bekerja sama dengan Lembaga Dakwah dan Studi Islam (LDSI) Almuntazhar menggelar bedah buku karya Frantz Fanon yang berjudul Black Skin White Masks, di Warkop Bundu, Jalan Aeropala, Sabtu (31/8/2019).

Buku psikiater asal Martinique itu dibedah oleh Muhajir MA selaku pegiat literasi dari Paradigma Institute. Ketua Panitia Halik mengatakan, bedah buku Black Skin Wahite Masks digelar, mengingat situasi Indonesia sedang dikacaukan oleh isu rasisme.

Karya Fanon tersebut cukup kontekstual dibedah untuk membuktikan, jika rasisme adalah warisan kolonial yang membuat psikologi masyarakat terjajah mengalami neurosis. Semacam kompleks inferior yang membuatnya merasa rendah.

“Kondisi tersebut membuat mereka berhasrat menutupi kekurangannya itu dengan mengidentifikasi diri dengan kulit putih, seperti meniru nilai dan budaya kulit putih (penjajah),” ujarnya.

“Jangan-jangan perlakuan rasis kita terhadap Papua adalah buntut dari peniruan budaya penjajah sehingga secara tak sadar merasa superior dan tak segan menunjuk saudara kita dengan stereotip yang rasis?,” tambah Halik.

Muhajir MA yang diwawancarai pasca bedah buku menjelaskan, Fanon menerapkan psikoanalisa dalam melihat gejala psikopatologi yang sedang menjangkiti masyarakat kulit hitam, atau masyarakat bekas jajahan pada umumnya.

“Rasa inferior masyarakat kulit hitam mesti dipersepsi sebagai sebuah konstruksi kolonial. Realitas ini seperti struktur keluarga, dimana masyarakat kulit putih, atau bekas penjajah sebagai ayah atau otoritas dunia luar selalu menentukan prinsip dan hukum yang berlaku,” ujar mahasiswa pascasarjana UNM itu.

Muhajir mengatakan, meski penjajahan telah selesai. Namun, superioritas kulit putih dan inferioritas kulit hitam selalu dipertahankan. Karena mentalitas tersebut sudah menjadi semacam ketidaksadaran kolektif, yakni ingatan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Celakanya, kata Muhajir saat mengutip Fanon, masyarakat kulit hitam memiliki kebiasaan meniru bekas “tuannya” akibat dari rasa inferior dan mistifikasi identitas kulit putih. Muhajir melihat, masyarakat eks koloni lainnya, seperti Indonesia memiliki kecenderungan demikian.

“Kalau kita lihat rasisme dalam konteks Indonesia. Masyarakat Indonesia kan pernah dijajah dan dianggap rendah oleh kolonial. Tapi kenapa sekarang banyak yang bersikap rasis sebagaimana yang pernah dilakukan penjajah dulu? Kita harus curiga banyak dari kita meniru penjajah, hingga merasa superior dari saudara kita yang lain,” ujarnya.

“Fanon mengatakan, semakin intensif masyarakat jajahan berasimilasi dengan budaya penjajah, semakin besar kemungkinan derajatnya terangkat,” tandas Muhajir.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....
Makassar17 September 2026 18:16
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Pegadaian Gelar Pelatihan Barbershop di Nipah
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara (Sulselbarra Maluku) mendorong peningkatan kapasitas pelaku...