Logo Sulselsatu

Amnesty Internasional Desak Pengibar Bintang Kejora Dibebaskan

Asrul
Asrul

Rabu, 04 September 2019 09:40

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTAAmnesty Internasional Indonesia (AII) meminta Polda Metro Jaya untuk segera membebaskan enam aktivis Papua yang menjadi tersangka pengibar bendera bintang kejora di seberang istana. Mereka meminta agar polisi mencabut status tersangka enam aktivis itu.

AII juga menyayangkan penggunaan Pasal 106 dan 110 KUHP untuk menetapkan status hukum sebagai tersangka. Pasal itu dianggap sebagai bentuk upaya mengkriminalisasi kebebasan berekspresi.

“Bebaskan mereka,” kata Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga : VIDEO: Ribuan Siswa SMA di Wamena Demo Tolak Program Makanan Bergizi Gratis

“Mereka juga harus segera dibebaskan tanpa syarat. Para aktivis tersebut ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 106 dan 110 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mencakup kejahatan terhadap keamanan negara, padahal mereka semata-mata menggunakan hak mereka untuk berkumpul dan berekspresi secara damai,” seperti tertera dalam keterangan tertulis.

Organisasi non-pemerintah yang bergerak dalam bidang HAM ini menilai penyelidikan yang dilakukan oleh polisi sangat memprihatinkan. Menurutnya, tindakan polisi dapat dikatakan melanggar hak-hak peradilan yang adil dan proses hukum yang sah (due process).

“Pendamping hukum para aktivis Papua tersebut mengklaim bahwa polisi telah mencegah mereka mendampingi dan memberikan bantuan hukum kepada klien mereka selama interogasi,” tulisnya.

Baca Juga : Rayakan Semangat Kemerdekaan, Bank Mandiri Dorong Peningkatan Kesehatan di Jayapura

AII mengklaim dalam satu dekade terakhir, jumlah kegiatan politik pro-kemerdekaan di Papua telah meningkat. Namun, mereka melihat aparat bersikap represif terhadap kegiatan yang dilakukan aktivis Papua tersebut.

Sebagian besar kegiatan tersebut dilakukan oleh mahasiswa dan kaum muda. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk tuntutan untuk menentukan nasib sendiri melalui referendum.

Selain itu, AII meminta agar pihak berwenang melakukan pencabutan dan juga mengamandemen Pasal 106 dan 110 KUHP agar tidak ketentuan tersebut tidak digunakan untuk mengkriminalisasi kebebasan berekspresi, seperti yang diizinkan dalam hukum hak asasi manusial internasional.

Baca Juga : VIDEO: Banjir Bandang di Kawasan PT Freeport Indonesia

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memulangkan dua orang asal Papua tersangka pengibaran bendera Bintang Kejora di depan Istana Merdeka. Hal itu dikonfirmasi oleh kepada advokat LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora. Mereka adalah Naliana Wasiangge dan Norince Kogoya.

Sedangkan enam orang lainnya yang masih ditahan yakni Carles Kossay, Dano Tabuni, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Wenebita Wasiangge, dan Surya Anta.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....
News28 Januari 2026 17:53
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
KALLA kembali menggelar ajang penghargaan KALLA AWARD 2025, sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi unit bisnis di bawah naungan KALLA....
Pendidikan28 Januari 2026 17:32
SD Islam Athirah 2 Gelar Trial Class, Diikuti 79 Anak TK
SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga sukses menggelar kegiatan Trial Class yang melibatkan siswa dari TK Amaliyah BLKI, TK Negeri Manggala, dan TK Islam At...