Logo Sulselsatu

Pemkot Canangkan Kesatuan Gerak PKK dan KB-Kesehatan 2019

Asrul
Asrul

Kamis, 12 September 2019 22:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melakukan pencanangan Kesatuan Gerak PKK dan KB-Kesehatan di Jalan Gunung Lompobattang, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan kualitas pelayanan program KB-Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dan kerja sama lintas sektor dalam Kesatuan
PKK-KB-Kesehatan.

Baca Juga : Bank Sampah hingga RT/RW Disiapkan, Pemkot Makassar Perkuat Gerakan Pilah Sampah

Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan September sampai dengan bulan Desember 2019 dengan sejumlah rangkaian kegiatan seperti pelayanan tifa gratis, pelayanan peserta KB baru, dan pemberian makanan tambahan TMT.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menyampaikan tingkat kematian ibu masih perlu menjadi perhatian bagi seluruh pihak. Menurutnya, pelayanan terhadap ibu-ibu pasca melahirkan kemungkinan masih kurang tertangani.

“Jadi kegiatan ini bagaimana supaya masyarakat makin banyak yang terlibat di dalam program KB, PKK dan nantinya untuk tujuan akhirnya adalah menurunkan infant mortality rate (angka kematian bayi) demikian juga dengan mother mortality rate (angka kematian ibu hamil),” kata Iqbal.

Baca Juga : Kabar Gembira! Olymrun 2026 Hadir di Makassar, Siapkan Hadiah Rp150 Juta

Menurut Iqbal, jika segi kesehatan kota baik maka infant mortality rate dan mother mortality rate juga akan semakin turun. Hal itu juga merupakan salah satu indikator kesehatan untuk human development index (index pembangunan manusia) yang terdiri dari tiga komponen.

“Komponen health (kesehatan), komponen education (pendidikan) dan ada komponen ekonomi,” tambahnya.

Dia menambahkan, komponen ekonomi yang dimaksu adalah dalam bentuk purchasing power quality yang biasanya berupa income per kapita, sedangkan komponen pendidikan yaitu school enrollment dan untuk kesehatannya adalah harapan hidup afau life expectancy.

Baca Juga : Warga dan Mahasiswa Pasang Baliho Penolakan PSEL di Tamalanrea, Pertanyakan Izin Amdal

“Untuk menentukan life expectancy itu di dalamnya itu ada angka-angka kematian bayinya, angka kematian ibunya, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan itu,” katanya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...