Logo Sulselsatu

Bangkrut, Surat Kabar Express Tutup

Asrul
Asrul

Minggu, 15 September 2019 20:44

Cover terbitan terakhir koran Express. (Twitter @laurelwamsley)
Cover terbitan terakhir koran Express. (Twitter @laurelwamsley)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Surat kabar ternama yang berkedudukan di Amerika Serikat (AS), Express bangkrut. Koran di bawah grup Washington Post itu tersingkir oleh zaman dan teknologi.

Kabar bangkrutnya media milik orang terkaya dunia Jeff Bezoz itu membuat sedih para pembaca setianya.

‘Ponsel membunuh media cetak’, setidaknya demikian pernyataan pihak Express pada cover di koran terakhir yang diterbitkannya. Dilansir dari Detik dari Fast Company, Minggu (15/9/2019), cover tersebut bergambar kotak surat kabar berwarna kuning yang tampak tergeletak begitu saja.

Tulisan besar ‘Hope you enjoy your stickin’ phones.’ menegaskan pernyataan bahwa surat kabar mereka kalah dalam persaingan dengan media digital yang bisa dikonsumsi orang lewat smartphone, tablet atau gadget lainnya.

Reporter publikasi NPR, Laurel Wamsley lewat akun Twitter @laurelwamsley memposting cover surat kabar Express terakhir yang diterbitkan.

“Washington Post menutup Express, surat kabar gratis ini menyatakan terus mengalami penurunan pembaca sejak sistem transportasi metro memasang WiFi. Ini adalah cover terakhir surat kabar mereka,” tulisnya.

Dari postingan ini terlihat bagaimana respons netizen yang bernostalgia dengan kehadiran Express sepanjang eksistensinya hingga ‘mati’ terbunuh media digital.

“Sedih, petugas yang memberikan koran Express pada saya di pemberhentian metro adalah orang yang sangat ramah dan dia selalu jadi yang pertama mengucapkan selamat pagi. Dan ada permainan teka teki silang di korannya,” komentar seorang netizen.

“Saya akan merindukan keramahan para petugas pemberi koran yang ramah, membaca cepat atau memecahkan teka teki silang di koran,” komentar netizen lainnya.

Media cetak Express telah beredar selama 16 tahun dan tersedia gratis, biasanya dibaca oleh para pengguna sarana transportasi umum di kota Washington. Alasan penutupan adalah tren baca berita sudah pindah ke internet serta seretnya iklan.

Sirkulasinya telah anjlok menjadi 130 ribu eksemplar, dari angka 190 ribu eksemplar tahun 2007. Washington Post menyatakan makin banyaknya akses WiFi membuat Express tak dapat bertahan.

“Semakin banyak pembaca mengkonsumsi konten The Post secara digital dan kami akan terus melayani para komuter dengan produk digital,” cetus Washington Post.

Washington Post dibeli oleh Bezos pada tahun 2013 dengan harga USD 250 juta. Mereka masih menjadi media berpengaruh dan terus bertransisi ke jagat digital.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...