Logo Sulselsatu

Kerusuhan di Wamena Kian Parah, 22 Orang Tewas

Asrul
Asrul

Selasa, 24 September 2019 11:35

Kerusuhan di Wamena. (int)
Kerusuhan di Wamena. (int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kerusuhan di Wamena, Papua, kian parah. Korban tewas dilaporkan telah mencapai 22 orang, 17 di antaranya warga sipil.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Rudolf Rodja tak menampik kabar tentang korban tewas yang bertambah menjadi 22 orang di Wamena.

“Informasi terakhir seperti itu,” ujarnya dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (24/9).

Baca Juga : Wamena Rusuh Buntut Isu Penculikan Anak, 9 Orang Tewas dan 6 Luka-luka

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan bahwa beberapa korban tewas itu mulanya sempat dirawat. Mereka mengalami luka bakar karena menjadi korban pembakaran ruko.

“22 (tewas), satu meninggal dunia di rumah sakit yang kritis. Mereka ada satu keluarga yang terjebak dibakar massa rumahnya,” ujar Kamal saat dikonfirmasi.

Sebelumnya Komandan Kodim (Dandim) 1702/Jayawijaya Letkol Inf Chandra Diyanto menyebut 17 orang warga sipil yang meninggal akibat demonstrasi berujung kerusuhan di Wamena, Papua, Senin (23/9).

Baca Juga : VIDEO: Ratusan Korban Kerusuhan Wamena Tiba di Lanud Hasanuddin

Chandra mengatakan warga sipil yang meninggal tersebut akibat luka benda tajam. Selain itu, ada pula yang menjadi korban kebakaran. Selain 17 orang meninggal, tercatat 65 warga mengalami luka-luka.

Unjuk rasa di Wamena, Papua berujung rusuh itu diduga karena dipicu pernyataan rasisme. Kerusuhan sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat di Wamena.

Massa dilaporkan membakar dan merusak sejumlah fasilitas milik pemerintah dan swasta, termasuk kendaraan bermotor.

Baca Juga : 170 Pengungsi Kerusuhan Wamena Tiba di Lanud Hasanuddin

Sebelumnya, Polda Papua mengklaim kerusuhan yang terjadi di Wamena hingga berujung pembakaran Kantor Bupati Jayawijaya bermula dari tawuran antarpelajar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan bahwa mulanya siswa SMA PGRI bersama sekitar 200 orang menggelar unjuk rasa di halaman sekolah. Mereka mengajak siswa sekolah Yapis bergabung dalam aksi. Itu terjadi pada pukul 07.15 WIT.

Namun para pelajar sekolah Yapis tidak mau mengikuti demonstrasi sehingga terjadi perkelahian.

Baca Juga : Prajurit TNI Tewas Dibacok Mahasiswa Eksodus Saat Rusuh di Jayapura

“Aksi perkelahian tersebut meluas dengan melakukan pembakaran beberapa fasilitas pemerintah, umum dan pribadi di Kabupaten Jayawijaya. Aparat gabungan TNI dan Polri masih berupaya menenangkan massa tersebut,” kata Kamal melalui keterangan tertulis, Senin (23/9).

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik29 Januari 2026 16:33
Disaksikan Istri dan Anak, Kaesang Perkenalkan RMS Sebagai Kader PSI di Forum Rakernas Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep secara resmi memperkenalkan mantan Ketua DPW Partai NasDem...
Makassar29 Januari 2026 13:46
Wali Kota Makassar Minta RKPD 2027 Fokus pada Dampak dan Keberlanjutan
SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal ...
Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...
Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...