Logo Sulselsatu

Dosen Unismuh Sebut Polisi Bersepatu ke Dalam Masjid Lecehkan Islam

Asrul
Asrul

Selasa, 24 September 2019 21:55

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar Sam’un Mukramin mengutuk keras tindakan yang dilakukan oknum polisi yang mengejar mahasiswa ke dalam masjid menggunakan sepatu dan helm, serta membawa tongkat dan tameng. Video kejadian itu beredar di grup-grup WhatsApp.

Pernyatan itu ditegaskan Sam’un, dalam rilis yang diterima sulselsatu.com, Selasa (24/9/2019) malam.

“Sebagai orang Islam, emosi keberagamaan saya terusik. Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam, simbol eksistensi kekuatan Islam,” tegas dosen Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar itu.

Baca Juga : BI Sulsel Bersama Unismuh Kolaborasi Hadirkan Pelatihan Sertifikasi Halal Bagi UMKM

“Sangat disayangkan jika ada seseorang, apalagi penganut agama Islam sendiri, yang masuk masjid tidak menjaga adab-adab Islam. Bayangkan tempat suci orang beribadah, diinjak menggunakan sepatu yang mungkin bernajis. Sungguh biadab,” kata mubalig muda Muhammadiyah ini.

Apalagi, lanjut Sam’un, oknum polisi tersebut diduga melakukan pemukulan dalam masjid.

“Terasa sekali, oknum polisi yang tampak dalam video tak menunjukkan rasa hormat terhadap masjid. Saya anggap ini pelecehan agama,” tambah kandidat Doktor Sosiologi Universitas Padjajaran ini.

Baca Juga : Disbudpar Sulsel-Unismuh Teken MoU KKN Desa Wisata

Dalam Islam, kata Sam’un, bahkan dalam suasana perang pun, kita tetap diminta untuk tetap menghargai rumah ibadah, termasuk milik umat agama lain.

“Dalam peperangan, umat Islam dillarang menebang pohon atau merusak tanaman, menghancurkan bangunan, membunuh anak kecil, perempuan, orang tua, rahib dan pendeta yang sibuk ibadah di tempat ibadahnya. Apalagi ini konteksnya bukan suasana perang,” sambungnya.

Menurut Sam’un, tindakan oknum Polisi juga menunjukkan lemahnya penghayatan terhadap Pancasila.

Baca Juga : Prodi Sosiologi Unismuh Siapkan Beasiswa untuk 52 Mahasiswa Baru

“Sila Ketuhanan yang Maha Esa itu poin pertama dari Pancasila. Jadi kalau ada aparat tidak menghormati nilai-nilai agama, patut diragukan pancasilanya,” katanya.

Sam’un mendesak pihak Polda betul-betul mengusut oknum tersebut.

“Jika tidak diusut dan ditindak secepatnya, saya khawatir akan memicu ketersinggungan umat Islam,” katanya.

Baca Juga : Jelang Ramadan, FISIP Unismuh Serahkan Bantuan Untuk Kelompok Masyarakat Rentan

Dosen Unismuh ini yakin Kapolda baru akan segera menindak oknum anggota polisi tersebut, sebab Irjen Pol Mas Guntur Laupe adalah putra Sulsel yang memahami betul budaya Bugis Makassar.

“Bagi orang Bugis-Makassar, Islam adalah identitas yang melekat dalam budaya kita. Menistanya berarti mengusik siri’ atau harga diri kita,” tutup pengurus Muhammadiyah Cabang Jongaya ini.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis13 Agustus 2026 21:26
APEX 2026 Jadi Ajang Edukasi dan Perluasan Akses KPR Subsidi di Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menjadikan APEX 2026 sebagai momentum mempertemuk...
Ekonomi13 Agustus 2026 20:34
KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun hingga Juni 2026, UMKM Terus Didorong Naik Kelas
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kred...
OPD13 Agustus 2026 15:22
Gerindra di Banggar Desak Pemprov Sulsel Anggarkan Rp18 Miliar untuk Stadion Sudiang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Fraksi Partai Gerindra di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan mendorong Pemerintah Provinsi Sulsel segera meng...
Nasional13 Agustus 2026 14:52
Telkom Kenalkan OCA di DTI-CX 2026, Solusi AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat transformasi digital melalui pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence ...