Logo Sulselsatu

Demo Rusuh, Polisi Keroyok Anggota DPRD Sumut dengan Membabi Buta

Asrul
Asrul

Rabu, 25 September 2019 20:55

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Seorang anggota DPRD Sumatera Utara, Pintor Sitorus menjadi bulan-bulanan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumut pada Selasa (24/9/2019). Ia dipukuli polisi dengan membabi buta saat demo tersebut berakhir ricuh.

Saat itu, anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut tengah menggunakan ponselnya untuk merekam pemukulan mahasiswa yang dilakukan polisi. Dia mengambil video dari dalam halaman gedung dewan, tempat ratusan petugas polisi tengah bersiaga di sana.

Tiba-tiba, Pintor dihajar tanpa ampun oleh oknum polisi, mulai dari ditendang hingga dipukul membabi buta. Pintor Sitorus hanya bisa pasrah saat dipukuli aparat kepolisian di basement mobil Gedung DPRD Sumut.

Baca Juga : 37 Perguruan Tinggi Ancam Sanksi Mahasiswa Jika Ikut Demonstrasi

Beruntung, di saat yang bersamaan, rombongan anggota DPRD Sumut dari Gerindra melintas dekat basement dan melihat Pintor Sitorus sedang dipukuli. Pintor pun diselamatkan rekan-rekannya. Namun ia mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Setelah peristiwa itu, Pintor dibawa ke RS Siloam untuk diperiksa.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan peristiwa pemukulan tersebut. Dia mengungkapkan, pelaku pemukulan terhadap anggota dewan itu adalah Bripda FPS, anggota Direktrorat Samapta Polda Sumut.

“Kami dapat informasi ada anggota yang melakukan penghinaan dan pemukulan terhadap salah satu anggota dewan. Kita sudah mengamankan anggota Polri tersebut. Saksi-saksi juga sudah kami periksa, termasuk tiga anggota dewan,” jelasnya, seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu (25/9/2019).

Baca Juga : Dua Mahasiswa Kendari Tewas Saat Demo, 6 Anggota Polisi Dibebastugaskan

Tatan menjelaskan bahwa Pintor Sitorus awalnya diduga masyarakat biasa yang melakukan aksi perekaman video. Kemudian dia diimbau sama anggota dan dalam percakapan ternyata terjadi adu mulut hingga cekcok dan berujung pemukulan.

Sejauh ini, pihaknya sudah mengamankan lima anggota Polda Sumut terkait kesalahan prosedur pengamanan aksi unjuk rasa di sana. Empat anggota lainnya diamankan terkait aksi penganiayaan terhadap mahasiswa saat unjuk rasa berujung anarkis.

“Kita juga masih melakukan pendalaman terhadap anggota-anggota yang melakukan tindakan di luar prosedur. Kalau terbukti bersalah, akan disidangkan dan diberi sanksi sesuai peraturan Polri,” tegasnya.

Baca Juga : Enam Anggota Polisi Diperiksa Soal Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa Kendari

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....
Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...