Logo Sulselsatu

Sepakat dengan JK, Plt DLH Makassar Sebut PLTSa Boros Anggaran

Asrul
Asrul

Senin, 07 Oktober 2019 18:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Andi Iskandar sepakat dengan saran dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dialihkan ke pembuatan kompos.

Iskandar mengaku secara pribadi dengan melihat produksi sampah yang presentasinya terbagi dari 60 persen sampah basah dan 40 persen sampah kering di Kota Makassar, langkah yang paling baik adalah melakukan pengomposan daripada menjadikan sebagai bahan PLTSa.

“Mestinya yang tinggi presentasenya dulu yang dicarikan jalan keluarnya. Berarti kalau masih banyak sampah basah maka jalan yang paling bijak adalah melakukan pengomposan,” katanya, Senin (7/10/2019).

Baca Juga : Puluhan Tahun PSU Belum Diserahkan, Pemkot Makassar Ultimatum Pihak PT GMTD

Hanya saja, lanjut Iskandar, pembangunan PLTSa tetap harus dilaksanakan karena telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 tahun 2018 yang menekankan pemerintah kota untuk segera menyelesaikan pembangunan PLTSa tersebut. Kota yang dimaksud adalah kota besar seperti Makassar

“Pada rapat terbatas, Bapak Presiden menekankan bagaimana sampah yamg ada di kota besar dapat diselesaikan melalui teknologi dan untuk listriknya adalah bonus,” ujar dia.

Menurutnya, dari 12 kota yang masuk dalam Perpres 34 Tahun 2018 tersebut masih dalam tahap penjajakan minta pasar. Iskandar mengaku setiap daerah terkendala persoalan anggaran dalam pembangunan PLTSa tersebut.

Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Disiapkan, Pemkot Makassar Rampungkan Urusan Lahan

Iskandar mengatakan, setidaknya pembangunan PLTSa membutuhkan anggaran pembangunan minimal Rp1 triliun. Dimana untuk pembagian pembiayaan anggaran dalam Perpres 35 Tahun 2018, pembiayaannya menggunakan skema KPBU dengan posri pembiayaan 49 persen ditanggung pemerintah pusat dan 51 persen ditanggung pemerintah daerah. Sehingga pembangunan PLTSa cenderung boros anggaran.

“Dari 12 kota yang masuk di Pepres 35 Tahun 2018 masih dalam tahap selesai penjajakan minat pasar (market sounding). Dan yang jadi kendala oleh ke-12 kota salah satunya adalah tipping fee/ biaya penyertaan yang dibebankan oleh pemerintah daerah,” jelas dia.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar29 Januari 2026 13:46
Wali Kota Makassar Minta RKPD 2027 Fokus pada Dampak dan Keberlanjutan
SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal ...
Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...
Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....