Logo Sulselsatu

YLBHI Catat 51 Orang Tewas Terkait Unjuk Rasa Hingga Oktober 2019

Asrul
Asrul

Senin, 28 Oktober 2019 09:31

Polisi menembakkan gas air mata ke arah massa aksi demonstrasi di Makassar, Jumat (27/9/2019) malam. (Sulselsatu/Kink Kusuma Rein)
Polisi menembakkan gas air mata ke arah massa aksi demonstrasi di Makassar, Jumat (27/9/2019) malam. (Sulselsatu/Kink Kusuma Rein)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI) mengungkap terdapat 51 orang meninggal dunia terkait unjuk rasa sejak Januari hingga 22 Oktober 2019. Berdasarkan data YLBHI, 44 orang di antaranya tewas tanpa diketahui penyebabnya.

Hal itu lantaran aparat keamanan maupun pemerintah tidak menyampaikan keterangan resmi terkait tewasnya ke-44 orang itu.

“Dari keseluruhan, hanya tujuh orang saja yang jelas infonya meninggal kenapa, 44 lainnya tidak ada info resmi. Dalam konteks HAM, ini sebenarnya sangat bahaya,” kata Ketua bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Kompas, Senin(28/10/2019).

Baca Juga : VIDEO: Aliansi Rakyat Luwu Menggugat Gelar Unjuk Rasa di Hari Jadi Luwu ke-755

Isnur mengatakan, YLBHI mencatat, dari jumlah 51, sebanyak 33 orang meninggal di Wamena, Papua. Namun, tidak ada penjelasan dari aparat penyebab dan alasan meninggalnya mereka. Kemudian di Jayapura pada saat aksi yang sama, kata dia, ada 4 orang yang meninggal dunia.

“Tidak ada penjelasan resmi kenapa meninggalnya, tapi keluarga menemukan luka tembak,” kata dia.
Sementara di Kendari, kata Isnur, ada dua orang mahasiswa yang meninggal saat aksi “Reformasi Dikorupsi” berlangsung.

Namun pihak kepolisian tidak memberikan informasi resmi penyebab kematian mereka. Hanya ada keterangan dokter yang menyatakan bahwa korban meninggal akibat luka tembak.

Baca Juga : VIDEO: Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Makassar

“Di Jakarta ada tiga orang, keterangan polisi berubah-ubah, kematiannya karena apa tidak jelas. Tapi rata-rata luka dan keluarga mempertanyakan,” kata dia.

Kemudian dari data Komnas HAM, pada aksi Mei lalu terdapat 9 orang meninggal dunia.

Sebanyak empat orang di antaranya meninggal karena luka tembak, satu orang kehabisan napas karena gas air mata, dan empat lainnya tak ada informasi resmi. YLBHI sendiri melakukan pemantauan bersama 16 LBH yang ada di Indonesia untuk mengumpulkan data-data tersebut.

Baca Juga : VIDEO: Aksi Unjuk Rasa BEM SI di Patung Kuda Memanas

Hasilnya, sebanyak 6.128 orang menjadi korban pelanggaran hak berpendapat di muka umum dan pelakunya kebanyakan adalah aparat kepolisian.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar10 Agustus 2026 06:49
Kebakaran di NIPAH PARK Padam Kurang dari 30 Menit, Mal Kembali Beroperasi Normal
Kebakaran terjadi di area NIPAH PARK Makassar pada Minggu malam (9/8/2026) saat operasional mal menjelang berakhir. Api berhasil dikendalikan dalam wa...
Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...