Logo Sulselsatu

Kementerian LHK Bawa Angin Segar Regenerasi Agen Perhutanan Sosial di Luwu Utara

Asrul
Asrul

Jumat, 08 November 2019 14:55

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, LUTRA – Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia menggelar pelatihan Farmer to Farmer Mentoring atau Pelatihan Fasilitasi Perhutanan Sosial, Kamis (7/11/2019), di Tribun VIP Lapangan Tamsis Masamba.

Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, 7 – 8 November 2019, dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang telah mendapatkan izin Perhutanan Sosial (PS) maupun yang sedang dalam proses bermohon, para Penyuluh KPH Rongkong, Penyuluh KPH Kalaena, GenPI Luwu Utara serta perwakilan dari Perangkat Daerah terkait.

Kasubdit Penyiapan Hutan Kemasyarakatan Ditjen Penyiapan Kawasan Perhutanan Kementerian LHK, Tuti Herawati, mengungkapkan, Farmer to Farmer Mentoring adalah sebuah metode pelatihan yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. “Kami menggunakan teknik pendidikan orang dewasa dalam pelatihan ini,” kata Tuti.

Baca Juga : VIDEO: Kebakaran di Desa Tolada Luwu Utara, Rumah Ludes Terbakar

Tuti mengatakan, Farmer to Farmer Mentoring adalah strategi terbaru Kementerian LHK untuk menyebarluaskan informasi Perhutanan Sosial dan mencetak agen-agen baru Perhutanan Sosial di masyarakat. “Semakin banyak masyarakat yang paham tentang Perhutanan Sosial, maka diharapkan semakin banyak pula izin PS yang terbit,” harapnya.

Bukan itu saja, dengan semakin cepat proses perizinan PS, maka semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari izin PS, serta regenerasi kader penjaga kelestarian hutan juga berjalan dengan baik. “Kegiatan ini kita kemas dalam acara KoKreasi Perhutanan Sosial yang merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara KLHK dan Pemda Lutra,” imbuhnya.

Apa saja yang dilakukan dalam pelatihan? Wanita berkacamata ini menyebutkan, ada beberapa metode yang dilakukan dalam pelatihan ini. Salah satunya, kata dia, peserta diwajibkan berpartisipasi aktif selama proses pelatihan. “Ini juga sebagai ajang bertukar pengalaman, sehingga peserta bisa belajar dari permasalahan yang ada,” terangnya.

Baca Juga : VIDEO: Warga di Lara Luwu Utara Protes Jalan Rusak, Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Di tempat yang sama, Subdit Penyiapan Hutan Kemasyarakatan, Gunadi Firdaus, mengatakan, peserta juga dikenalkan dengan aplikasi android yang dapat dipakai untuk mengambil titik koordinat sebagai dasar membuat peta. “Sekarang itu bikin peta gampang, tinggal pakai foto juga sudah ketahuan titik koordinatnya,” tutur Gunadi Firdaus.

Selain teknik pengambilan titik koordinat, peserta juga dibekali dengan teknik pemetaan partisipatif yang ditutup dengan praktik pengambilan titik koordinat menggunakan GPS camera dan membuat sketsa lokasi, sehingga jelas batas lokasi yang dipetakan. “Kita berharap para peserta nantinya dapat menjadi champion di tempat masing-masing,” pungkasnya. (rls)

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...